Jumat, 15 Maret 2024

Menjadi Berhasil Di Masa Depan (Mawardin Zega)

Belajar firman Tuhan, tema hari ini: “Menjadi Berhasil Di Masa Depan”. Bacaan Alkitab kitab I Raja-raja 2:3 “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju”.

Kisah ini sebuah pesan dari Daud raja Israel menjelang hari kematiannya yang disampaikannya pada anaknya Salomo sebelum diangkat menjadi raja. Dalam catatan sejarah Daud seorang raja yang diurapi Tuhan. Daud sebelumnya orang biasa dan tidak memiliki sesuatu yang istimewa selain tugasnya menjadi gembala ternak yang baik. Perjalanan hidupnya Daud percaya dan beriman kepada Tuhan dan karena itulah ia memenangkan banyak sekali pertempuran diantaranya kisah fenomenal ketika mengalahkan Goliath pahlawan orang Filistin.

Salomo adalah orang muda belum berpengalaman, karena ia bergaul erat dengan ayahnya yang seorang pahlawan sejati dan juga seorang raja serta teguh dalam beriman, maka secara tidak langsung Salomo belajar dan menerima didikan yang baik, ajaran yang benar dan hikmad dari Tuhan dalam memimpin kerajaan Israel sebagai raja yang ketiga. Sebagai seorang anak raja, seorang muda tentu Salomo sedia memberi dirinya dididik, diajar, dinasehati  agar ia menjadi berhasil di masa depan.


"sebagian dari mereka yang pamitan"

Demikian juga semua kita yang hadir pada hari ini, terlebih bagi remaja usia muda SMK Negeri 2 Gunungsitoli dan sudah kelas akhir, di kelas 12, dan orang tua kami dari anak-anak yang segera akan mengakhiri kegiatan sekolahnya, menyelesaikan studinya tentu dengan harapan baik dan memuaskan. Kita belajar dari raja Salomo yang dengan teguh memegang nasehat dari ayahnya Daud untuk sepenuhnya menjadikan Tuhan Allah sebagai sumber hikmad untuk masa depannya.

Belajar dari kitab 1 Raja-raja 2:3 tentang nasehat Daud kepada Salomo dan menjadi pembelajaran bagi kita sebagai nasehat Tuhan untuk kita semua pada hari ini, terlebih bagi anak-anak muda, para siswa yang segera akan mengakhiri studi di tempat ini, mari sendengkan telinga dan memberi perhatian untuk mendengar.

Pertama, Daud mengatakan kepada Salomo; Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN Allahmu; ini sebuah pernyataan yang menuntut kepatuhan kepada Tuhan Allah sebagai kewajiban yang pasti. Untuk menjalankan kepatuhan itu, Salomo harus belajar mengenal Tuhan dengan benar sehingga dapat meminta hikmad kepada Tuhan yang benar itu. Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. Salomo sekalipun ia masih muda, tetapi setelah menjadi raja ia mengajukan permohonan memohon hikmad kepada Tuhan yaitu pengetahuan tentang Allah, hikmad dalam bertindak bijaksana dan Tuhan menganggap permintanyanya itu baik, Salomo menerima lebih dari yang dibutuhkannya (1 Raja-raja 3:9-10).

Karena itu bagi kita hari ini yang utama adalah bagaimana mengenal Tuhan dengan benar. Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai juru slamat kita. Pengenalan kita akan Tuhan adalah sebuah pengetahuan yang kita peroleh dengan belajar yang benar dan tekun sehingga kita mengenal yang kita pelajari itu dengan baik dan benar. Mengenal itu ibarat mempelajari sesuatu membutuhkan ketekunan dalam belajar, ibarat kalau mau lulus, maka belajar dengan tekun dan benar tentang yang kita pelajari itu. Guru dan orang tua adalah pembimbing yang baik dan benar sehingga pengetahuan kita menadi benar. Demikian juga dengan Tuhan Allah, Yesus Kristus sang juruslamat, Firman Tuhan mengatakan takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, permulaan hikmat. Kata takut diartikan sebagai belajar dengan tekun dan belajar dengan benar sehingga mengenal Tuhan itu dengan benar juga. 


"mereka yang mengambil bagian dalammkegiatan"
   

Kedua, Daud menasehatkan hal penting pada Salomo yaitu tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan yaitu apa yang Tuhan gariskan sebagai pedoman dalam mengerjakan keselamatan agar berhasil dimasa kini dan masa depan. Hal ini penting sebab ketetapan, perintah, peraturan, ketentuan dari Tuhan adalah penuntun kepada jalan kebenaran dan hidup. Itulah sebabnya kepatuhan pada ketentuan dan perintah itu sebuah didikan yang harusnya dan wajib diikuti dan bukan dilalaikan. Amsal 1:8-9 “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu”.

Teks ini memberikan pengetahuan dan mengajarkan kepada kita tentang sikap seorang anak terhadap ayah dan ibunya dan gurunya, agar berhasil dalam hidupnya. Dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu, ini bicara tentang rasa hormat kepada orang tua. Kalau menghormati orang tuamu atau guru maka tentu engkau mendengar didikannya, melakukan ajarannya sebagai penuntun dalam hidup yang berhasil. Tidak ada seorangpun orang tua ingin anaknya gagal, tidak ada seorangpun guru ingin siswanya tidak berhasil, semua ingin berhasil, tetapi itu sia-sia jika anak atau siswa itu lalai dalam mendengar nasehat orangtuanya, didikan ayahnya, ajaran ibunya. Sebab didikan itu harusnya sebagai mahkota yang indah di kepala dijaga dan dipelihara. Ajaran itu bagaikan mutiara yang tergantung di leher sebagai kalung diperhatikan dengan baik agar tetap ada ditempatnya, tidak terbuang atau terhilang. Karena itulah hormati orang tuamu, ayah dan ibumu dan gurumu dan semua yang diajarkannnya agar berhasil hidupmu dimasa depan.

Ketiga, Daud memesankan agar Salomo hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Jalan yang ditunjukan Tuhan itu jelas, sebab Yesus berkata: Aku adalah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku (Yoh.14:6). Jalan kita hendaknya jalan yang lurus kepada terang yaitu Yesus, sebab banyak di dunia ini jalan berliku-liku dan jalan buntu. Pergaulan kita menentukan jalan yang kita tempuh, pergaulan kita menentukan masa depan yang kita raih. Paulus menulis: I Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.

Kata sesat adalah berkaitan dengan jalan yang ditempuh. Pergaulan kita berkaitan dengan jalan yang menjadi pilihan kita. Sebab itu jagalah pergaulanmu agar hidupmu berkenan kepada Tuhan, tanpa pergaulan yang intim dengan Tuhan tidak ada masa depan yang cerah. Salah satu menjaga keintiman dengan Tuhan memperkatakan firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam (Yosua 1:8).

Akhir kata kami pesankan pada anak-anak kami, kenanglah orang tuamu dan cintailah mereka, sebab berkat Tuhan, kesuksesan ada dalam doa mereka yang menyertaimu kemanapun engkau pergi. Kenanglah guru-gurumu yang telah mendidik engkau dengan susah payah membekali engkau menapak masa depan penuh harapan, sebab guru-gurumulah yang memberikan engkau pengetahuan dasar sebagai awal sukses masa yang akan datang.

Pada akhirnya, kelak setelah engkau berhasil dalam hidup ini kembalilah ke sekolahmu di SMK Negeri 2 Kota Gunungsitoli, lihatlah, sekedar menyemangati guru-gurumu yang masih berumur panjang dan mengabdi tanpa tanda jasa apapun untukmu dan untuk generasi berikutnya. Tuhan Yesus memberkati. (disampaikan para ibadah pamitan SMKN2, 9 Maret 2024)

2 komentar:

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...