Selasa, 19 Juli 2022

Mertuaku, bukan ibuku (seri 3 bersama Marini Siahaan & Cristine Kalvin)

 

curahan hati perempuan

SERI 3, MERTUAKU BUKAN IBUKU

 

Curahan hati perempuan tidak pernah habis untuk dicurahkan kepada kita semua walau sesungguhnya ini hanyalah topic besar diskusi pada rubric Perempuan Bicara MATAHATI.TV. Keharmonisan keluarga ditandai dengan hubungan yang akrab antar anggota keluarga besar. Perempuan memegang peranan penting dalam menata keluarga, baik selaku ibu dan juga perempuan lainnya dalam keluarga yang kita sebut mantu yang juga menjadi seorang anak bagi seorang yang disebut mertua. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan pernyataan seorang mantu yang menyatakan bahwa mertua bukan ibuku dan itu mengundang kontroversi di masyarakat, tetapi pertanyaanya apakah itu salah?  Selintas kita melihatnya salah, tetapi apakah sesungguhnya itu salah? Diskusi Curahan Hati Perempuan (seri 3) ini memberikan topik bahasan: Mertuaku itu, bukan ibuku.  Mari kita simak beberapa bagian catatan yang dihimpun redaksi MATAHATI.TV.

 

Sebagai pembicara utama dalam diskusi ini Marini Siahaan, SE., MTh memberikan gambaran Role model di Alkitab tentang mertua & menantu yaitu Naomi dan Ruth. NAOMI sebagai seorang ibu dan mertua menjalani training iman dan kepribadian yaitu dengan bersikap manis terhadap kedua menantunya, menganggap kedua menantunya sama seperti anaknya sendiri, berhasil menyaksikan imannya kepada menantunya, tidak memaksakan kehendak kepada menantunya dan memikirkan kebaikan menantunya. Sementara sebagai menantu Ruth menganggap mertua sebagai orang tuanya sendiri, tidak bersifat materialistis, seorang menantu yang rajin dan berinisiatif untuk bekerja dan  mau mendengar nasihat mertuanya.

 


Lebih lanjut Marini mengatakan bahwa konflik antara mertua dan menantu dari sebuah studi mengatakan bahwa 60 persen hubungan mertua perempuan dengan menantu perempuan berada di dalam ketegangan. Ini berbeda dengan hubungan mertua laki-laki dengan menantu laki-laki seperti Musa dan Yitro. Mengapa banyak hubungan mertua dan menantu kurang baik? Alasannya karena ibu mertua merasa anak lelakinya "diambil" oleh menantunya, ibu mertua merasa telah "disia-siakan" oleh anak lelakinya dan ibu mertua merasa tidak "dirawat" karena anaknya memilih hidup dengan orang lain. Sementara itu merasa bahwa ibu mertuanya terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka, selalu mengkritik pekerjaannya, tidak pantas untuk anaknya, dan sebagainya.

 

Baik Marini Siahaan maupun Christine Kalvin yang keduanya adalah wanita professional memberikan tips yang sama dalam membina hubungan antara mertua dan menantu yang perempuan yaitu saling mengasihi. Kedua pembicara percaya bahwa kalau mertua mengasihi menantunya dan menganggapnya sebagai anak dan sebaliknya menantu mengasihi mertuanya dan menganggapnya sebagai ibu maka hubungan keduanya pasti akan baik dan tentu saja mengakibatkjab dalam keluarga terjalin hubungan yang akrab dan keluarga jadi bahagia. Lengkapnya diskusi ini dapat saksikan di MATAHATI.TV https://youtu.be/sd_KHfunqXs selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...