DIA MENEGUR, sebuah renungan
Topik ini disampaikan pada ibadah siswa di SMK Negeri 1 Gunungsitoli pada hari Jumat, tanggal 1 Maret 2024. Dalam kesempatan ibadah yang dihadiri sekitar 300 siswa lebih khusus kelas 10 (sepuluh). sebelumnya pernah juga di kelas 11 dan di kelas 12 pada minggu-minggu sebelumnya. Sebagai landasan firman Tuhan dikutip dari kitab Amsal 28:23 "Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat", dan disampaikan oleh Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th., dari Gereja Bethany Indonesia Gunungsitoli.
Sebuah teguran yang keras biasanya akan membekas dihati. Ada kalanya teguran itu menyakitkan dan membuahkan air mata yang jatuh berderai, kadang juga menghasilkan sesak di dada dan dapat menimbulkan sesak nafas, juga dapat menimbulkan sakit hati dan bahkan terluka, bisa juga menimbulkan marah, ada rasa kesal berkempajangan, ada rasa benci, dan ingin membalas dendam dan banyak hal lainnya yang bisa terjadi hanya karena teguran yang dilontarkan. Kadang kala juga teguran itu menyenangkan hati yang menerimanya bahkan menghasilkan sukacita yang membuat ia menjadi makin baik, ada rasa bahagia, juga senang dan sukacita, ada juga habis di tegur malah semakin akrab dengan yang menegurnya, makin cinta dan lain sebagainya. Semua ini tergantung hati yang menerima teguran itu.
Bagian ini adalah referensi Alkitab tentang teguran; pertama: Wahyu 3:19 “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”. Kata kunci adalah kerelaan hati untuk mau menerima teguran dan diikuti dengan mau bertobat. Kalau Tuhan menegur hati kita harus rela dan siap untuk menyesali dosa dan bertobat dan kedua: Amsal 6:23 “Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan”. Dalam kaitan ini bisa saja teguran itu menjadi: pelita atau cahaya atau jalan kehidupan yang pada akhirnya membawa kita makin baik dan dewasa.
Harus diingat bahwa teguran itu ibarat tungku api untuk memurnikan dan menghaluskan, tetapi tidak untuk menghabiskan dan menghancurkan. Maka janganlah kita berduka dan bersedih hati karena dalam hidup ini kita tidak lepas dari kekecewaan dan kesusahan. Teguran itu betapapun sakitnya, ia akan membawa kita kepada pertobatan dan jalan kehidupan.
Sukses untuk siswa-siswi kami kelas 10 SMK Negeri 1 Gunungsitoli. (by Mawardin Zega)


semoga menjadi pembelajaran
BalasHapus