Kamis, 18 April 2024

HIDUP YANG DIPULIHKAN

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Perjalanan kehidupan seseorang kerapkali di-warnai berbagai persoalan kehidupan, apalagi ketika seseorang berada dalam kondisi gagal, sakit parah, hidup dalam keluarga yang retak serta berbuat dosa yang memalukan, Alkitab menceritakan bagaimana Simon Petrus yang pernah menyangkal Tuhan Yesus pada akhirnya dipulihkan dengan ditanyai kembali komitmennya untuk mengasihi Yesus lebih dari pada yang lain. Menyangkal tiga kali, ditanyai tiga kali dan Simon menjawab hanya Tuhan yang tahu bagaimana hatinya setelah dijumpai Yesus.

Kisah pertobatan Saulus, semula pembenci dan pembunuh pengikut Kristus, dipulihkan setelah di-cegat Tuhan Yesus di jalan ke Damsyik. Saulus sempat jatuh dari kudanya dan menjadi buta selama tiga hari. Saulus yang kemu-dian bernama Paulus dia dipakai Tuhan menjadi Pemberita Injil yang men-jangkau diluar orang-orang Yahudi.


Segala kehidupan kita dimasa lalu ketika kita menyadari dan mengijin-kan Tuhan bertindak untuk memulihkan kehidupan kita, artinya kita mau diubahkan oleh Tuhan untuk dikembalikan seperti keadaan semula, diperbaiki dari kerusakan.

Paulus dan Simon Petrus adalah orang-orang yang memiliki potensi terpendam dan sangat berharga. Tuhan pulihkan mereka karena potensi rohani itu bisa dipakai kemuliaan Tuhan.

Kalau Anda orang yang berpotensi dengan talenta dan karunia Allah, jangan menolak kalau Tuhan memulihkan hidup Anda untuk dipakai sebagai alat-Nya. Kalau Anda sudah berjalan jauh menyimpang dari jalan Tuhan, jangan menolak jikalau Tuhan memulihkan sekarang.

Namun yang harus kita perhatikan bahwa; Allah tidak pernah bekerja dengan memakai jalan pintas Bagi Allah proses terlebih penting dari pada jawaban doa kita, seringkali kita segalanya mau cepat selesai dan serba instan. Tetapi Tuhan mau agar kita menjalani prosesnya. karena Tuhan tahu kita mampu kalau kita percaya

Allah mau memakai setiap potensi yang kita miliki. Tuhan tidak pernah memberikan yang terbaik kepada orang yang malas dan tidak mau bekerja, jika kita hanya tidur, malas dan bersantai-santai di rumah, Tuhan mau ada usaha yang kuat dan harus kita lakukan.

Pertanyaan kepada siapa sajakah Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan itu? Pertama, kepada orang yang mengasihi Tuhan. Disaat persoalan hidup datang dalam hidup kita; pertama apa yang menjadi respon kita kepada Tuhan, apakah kita tetap mengasihi Dia? Seringkali kita marah dan diam (putus asa), tidak lagi mau berdoa, mulai tidak percaya, disinilah kita di lihat. Apakah tetap setia dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita disaat semuanya di-ijinkan terjadi dalam hidup kita.

Kedua, kepada orang yang terpanggil sesuai de- dengan rencana-Nya. Orang yang hidup dalam rencana Tuhan, adalah orang yang tidak akan pernah goyah sekalipun bisnis hancur, sekalipun persoalan rumah tangga tidak kunjung selesai, atau pelayanan tidak ada perubahan, tapi tetap percaya dan tetap menjalani dengan iman, bukan men-jauhkan dirinya dari pelayanan, tetap akan berusaha dan tetap bekerja, karena dia percaya Tuhan sang-gup mengubah keadaan ini menjadi sesuatu yang baik, karena segala sesuatunya bekerja bersama-sama mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu, yakinilah Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Allah selalu Bekerja dalam kehidupan kita ketika meresponi panggilanNya untuk memulihkan ke-hidupan kita untuk di ubahkan sesuai dengan Rencananya Tuhan Yesus Memberkati. (Penulis: Ev.Kefas Hervin Devananda.S.Th,M.Pd.K)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...