Belajar firman Tuhan, tema hari ini: “Menjadi Berhasil Di Masa Depan”. Bacaan Alkitab kitab I Raja-raja 2:3 “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju”.
Kisah
ini sebuah pesan dari Daud raja Israel menjelang hari kematiannya yang
disampaikannya pada anaknya Salomo sebelum diangkat menjadi raja. Dalam catatan
sejarah Daud seorang raja yang diurapi Tuhan. Daud sebelumnya orang biasa dan
tidak memiliki sesuatu yang istimewa selain tugasnya menjadi gembala ternak
yang baik. Perjalanan hidupnya Daud percaya dan beriman kepada Tuhan dan karena
itulah ia memenangkan banyak sekali pertempuran diantaranya kisah fenomenal ketika
mengalahkan Goliath pahlawan orang Filistin.
Salomo adalah orang muda
belum berpengalaman, karena ia bergaul erat dengan ayahnya yang seorang
pahlawan sejati dan juga seorang raja serta teguh dalam beriman, maka secara
tidak langsung Salomo belajar dan menerima didikan yang baik, ajaran yang benar
dan hikmad dari Tuhan dalam memimpin kerajaan Israel sebagai raja yang ketiga.
Sebagai seorang anak raja, seorang muda tentu Salomo sedia memberi dirinya dididik,
diajar, dinasehati agar ia menjadi
berhasil di masa depan.
Demikian juga semua kita yang
hadir pada hari ini, terlebih bagi remaja usia muda SMK Negeri 2 Gunungsitoli
dan sudah kelas akhir, di kelas 12, dan orang tua kami dari anak-anak yang
segera akan mengakhiri kegiatan sekolahnya, menyelesaikan studinya tentu dengan
harapan baik dan memuaskan. Kita belajar dari raja Salomo yang dengan teguh
memegang nasehat dari ayahnya Daud untuk sepenuhnya menjadikan Tuhan Allah
sebagai sumber hikmad untuk masa depannya.
Belajar dari kitab 1
Raja-raja 2:3 tentang nasehat Daud kepada Salomo dan menjadi pembelajaran bagi
kita sebagai nasehat Tuhan untuk kita semua pada hari ini, terlebih bagi
anak-anak muda, para siswa yang segera akan mengakhiri studi di tempat ini,
mari sendengkan telinga dan memberi perhatian untuk mendengar.
Pertama,
Daud mengatakan kepada Salomo; Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap
TUHAN Allahmu; ini sebuah pernyataan yang menuntut kepatuhan kepada Tuhan Allah
sebagai kewajiban yang pasti. Untuk menjalankan kepatuhan itu, Salomo harus
belajar mengenal Tuhan dengan benar sehingga dapat meminta hikmad kepada Tuhan yang
benar itu. Amsal 1:7 “Takut akan
TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan
didikan”. Salomo sekalipun ia masih muda, tetapi setelah menjadi raja ia
mengajukan permohonan memohon hikmad kepada Tuhan yaitu pengetahuan tentang
Allah, hikmad dalam bertindak bijaksana dan Tuhan menganggap permintanyanya itu
baik, Salomo menerima lebih dari yang dibutuhkannya (1 Raja-raja 3:9-10).
Karena itu bagi kita hari ini yang utama adalah bagaimana mengenal Tuhan dengan benar. Tuhan dalam Yesus Kristus sebagai juru slamat kita. Pengenalan kita akan Tuhan adalah sebuah pengetahuan yang kita peroleh dengan belajar yang benar dan tekun sehingga kita mengenal yang kita pelajari itu dengan baik dan benar. Mengenal itu ibarat mempelajari sesuatu membutuhkan ketekunan dalam belajar, ibarat kalau mau lulus, maka belajar dengan tekun dan benar tentang yang kita pelajari itu. Guru dan orang tua adalah pembimbing yang baik dan benar sehingga pengetahuan kita menadi benar. Demikian juga dengan Tuhan Allah, Yesus Kristus sang juruslamat, Firman Tuhan mengatakan takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, permulaan hikmat. Kata takut diartikan sebagai belajar dengan tekun dan belajar dengan benar sehingga mengenal Tuhan itu dengan benar juga.
Kedua, Daud menasehatkan
hal penting pada Salomo yaitu tetap mengikuti segala ketetapan, perintah,
peraturan dan ketentuan yaitu apa yang Tuhan gariskan sebagai pedoman dalam
mengerjakan keselamatan agar berhasil dimasa kini dan masa depan. Hal ini
penting sebab ketetapan, perintah, peraturan, ketentuan dari Tuhan adalah
penuntun kepada jalan kebenaran dan hidup. Itulah sebabnya kepatuhan pada
ketentuan dan perintah itu sebuah didikan yang harusnya dan wajib diikuti dan
bukan dilalaikan. Amsal 1:8-9 “Hai
anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu”.
Teks ini memberikan
pengetahuan dan mengajarkan kepada kita tentang sikap seorang anak terhadap
ayah dan ibunya dan gurunya, agar berhasil dalam hidupnya. Dengarkanlah didikan
ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu, ini bicara tentang rasa hormat
kepada orang tua. Kalau menghormati orang tuamu atau guru maka tentu engkau
mendengar didikannya, melakukan ajarannya sebagai penuntun dalam hidup yang
berhasil. Tidak ada seorangpun orang tua ingin anaknya gagal, tidak ada
seorangpun guru ingin siswanya tidak berhasil, semua ingin berhasil, tetapi itu
sia-sia jika anak atau siswa itu lalai dalam mendengar nasehat orangtuanya,
didikan ayahnya, ajaran ibunya. Sebab didikan itu harusnya sebagai mahkota yang
indah di kepala dijaga dan dipelihara. Ajaran itu bagaikan mutiara yang
tergantung di leher sebagai kalung diperhatikan dengan baik agar tetap ada
ditempatnya, tidak terbuang atau terhilang. Karena itulah hormati orang tuamu,
ayah dan ibumu dan gurumu dan semua yang diajarkannnya agar berhasil hidupmu
dimasa depan.
Ketiga, Daud
memesankan agar Salomo hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Jalan yang
ditunjukan Tuhan itu jelas, sebab Yesus berkata: Aku adalah jalan kebenaran dan
hidup, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku (Yoh.14:6).
Jalan kita hendaknya jalan yang lurus kepada terang yaitu Yesus, sebab banyak
di dunia ini jalan berliku-liku dan jalan buntu. Pergaulan kita menentukan
jalan yang kita tempuh, pergaulan kita menentukan masa depan yang kita raih.
Paulus menulis: I Korintus 15:33 “Janganlah
kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.
Kata sesat adalah berkaitan
dengan jalan yang ditempuh. Pergaulan kita berkaitan dengan jalan yang menjadi
pilihan kita. Sebab itu jagalah pergaulanmu agar hidupmu berkenan kepada Tuhan,
tanpa pergaulan yang intim dengan Tuhan tidak ada masa depan yang cerah. Salah
satu menjaga keintiman dengan Tuhan memperkatakan firman Tuhan dan
merenungkannya siang dan malam (Yosua 1:8).
Akhir kata kami pesankan pada
anak-anak kami, kenanglah orang tuamu dan cintailah mereka, sebab berkat Tuhan,
kesuksesan ada dalam doa mereka yang menyertaimu kemanapun engkau pergi.
Kenanglah guru-gurumu yang telah mendidik engkau dengan susah payah membekali engkau
menapak masa depan penuh harapan, sebab guru-gurumulah yang memberikan engkau
pengetahuan dasar sebagai awal sukses masa yang akan datang.
Pada akhirnya, kelak setelah
engkau berhasil dalam hidup ini kembalilah ke sekolahmu di SMK Negeri 2 Kota
Gunungsitoli, lihatlah, sekedar menyemangati guru-gurumu yang masih berumur
panjang dan mengabdi tanpa tanda jasa apapun untukmu dan untuk generasi
berikutnya. Tuhan Yesus memberkati. (disampaikan para ibadah pamitan SMKN2, 9
Maret 2024)
semoga menjadi berkat
BalasHapuskiranya menjadi berkat
BalasHapus