Kamis, 18 April 2024

HANYA KARENA KASIH KARUNIA

Harap Gampang atau HG, istilah trending topik di  awal tahun 2000-an di kota Kupang. Awal penggu-naannya ditujukan kepada orang yang tidak berbuat apa-apa tapi mendapatkan manfaat dari kerjaan orang lain. Orang dengan keadaan HG biasanya memi-liki sikap yang bervariasi dalam berespon atas apa yang diterimanya. Pertama ada yang malu dan menjadikan situasi HG yang dialami untuk tidak lagi terjadi di kemudian hari. Orang dengan sikap seperti ini akan berusaha sedemikian rupa agar pengalaman HG itu tidak pernah terulang lagi atas dirinya. Kerja keras, giat dan usaha sungguh-sungguh akan diker-jakannya untuk meng-hindari kejadian yang sama terjadi dalam hidupnya.


Sikap kedua justru merasa senang dan terus membuat diri dan kondisinya sedemikian rupa agar hal HG terus ia alami dan keadaan seperti ini si orang itu akhirnya menjadi orang malas. Mengalami stagnan untuk ber-tumbuh dan berkembang serta, kreatif dalam diri dan hidupnya dan sikap ketiga  adalah masa bodoh, tidak  ambil pusing dengan yang disebut sebagai HG itu.

Ini adalah gambaran dari 3 sikap yang banyak kita temui dalam hidup. Mengapa ini menjadi penting untuk dipercakapkan dalam merefleksikan Paskah.

Jawabnya Roma 6:1-14, komunitas kristen mulai terlihat reaksi dalam menanggapi anugrah keselamat-an Allah yang dikerjakan Kristus Yesus bagi manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepadaNya.


Paulus menguraikan penekanan serius pada iman sebagai syarat pembenaran. Pasal 3 manusia dibenar-kan karena iman. Pasal 4 Abraham dibenarkan karena iman. Pasal 5 hasil pembenaran. Iman itu disebutkan sebagai kasih karunia. Kasih karunia adalah sesuatu yang datangnya dari Allah, menjadi inisiatif Allah yang Allah berikan pada siapapun tanpa melihat siapa dia.

Dalam pemberian  Allah itu ada bagian yang akan diterima oleh orang yang meresponi kasih karunia itu dan respon itu berwujud dalam hal berimannya, manakala dia menerima dengan syukur dan percaya kepada Allah yang memberikan  kepadanya.

Tindakan  percaya diwujudkan melalui menggan-tungkan seluruh diri dan kehidupannya kepada Allah, dan menuntun dirinya agar melakukan apa yang Allahkehendaki, dalam firman dan hukumNya. Arti-nya, orang beriman itu orang pertama-tama percaya pada Allah dan kedua melakukan firman dan kehendakNya. Kalau kita disebut orang beriman, maka 2 aspek ini harus terwujud dalam sikap hidup kita.

Setelah menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan dibenarkan karena iman itu, Paulus kemudian pada pasal 5 melanjutkan bahwa orang beriman itu kemudian menerima daripada apa yang Tuhan Yesus kerjakan dalam karya pe-nyelamatan melalui peris tiwa salib dan kebang-kitanNya. Hal itu adalah pembenaran. Maksudnya adalah orang beriman itu akan menerima karya pembenaran yang dilaku-kan Tuhan Yesus, yaitu penebusan dan penga-mpunan dosa sehingga orang itu mengalami pendamaian dengan Allah yang menyebabkan ia diselamatkan dan hidup (Roma 5:10).

Pengajaran ini mendatang sukacita besar bagi pengikut Kristus karena iman yang dikaruniakan Allah akan membawa mereka kelak berkumpul bersama dengan Tuhan yang disembahnya. Akan tetapi, peng-ajaran seperti ini kemudian digunakan oleh lawan-lawan Kristus,  kelompok dan komunitas yang selama ini tidak menghendaki ajaran  Kristus itu berkembang dan didengarkan oleh bangsa-bangsa, yaitu pemimpin dan umat agama Yahudi dan non-Yahudi.

Untuk agama Yahudi tujuan mereka agar kekris-tenan tidak disebarkan dan diakhiri sesegera mungkin dan yang menjadi pengikut kristen kembali menjadi umat Yahudi dan hidup menurut ajaran Yahudi. Sedangkan non Yahudi adalah supaya pengaruh agama kristen tidak lagi menyebabkan pengaruh agama mereka menjadi lemah dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk merealisasikan tujuan itu maka kelompok ini menyampaikan hasutan dalam bungkus pengajaran untuk menjadikan kasih karunia Allah itu dengan sikap seperti kelompok kedua dari hal HG yang di awal kita bahas tadi.

Komunitas kristen yang oleh mereka masih bisa dipengaruhi didekati dan diajarkan untuk menerima kasih karunia Allah itu sebagai kesempatan untuk tetap melanjutkan kehidupan mereka yang penuh dengan kesenangan yang jauh dari yang Allah kehendaki.

Provokasi mereka adalah selama kasih karunia itu ada mereka akan selalu mendapatkan pengampunan dari Allah dan mengalami hasil pembenaran. Atau mengajarkan mumpung ada kasih karunia, buat dosa juga tidak apa-apa nanti setelah buat dosa cukup memohon pengampunan dosa kepada Allah yang punya kasih karunia itu, maka mereka akan kembali diampuni Allah.

Hasutan sesat ini mendatangkan keresahan bagi jemaat kristen. Pengaruh hasutan ini menyebabkan kasih karunia itu dilihat sebagai kesempatan untuk tetap hidup dalam dosa karena kasih karunia dijadikan jaminan untuk memperoleh pembenaran dari Allah.

Dan terhadap hal ini, Paulus berikan responnya, dalam ayat 1 pasal 6, melalui kalimat “jika demikian apakah yang hendak kita katakan, bolehkah kita bertekun dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu?” Respon tegas dari Paulus adalah tidak. Artinya, ajaran yang disebarkan kelompok-kelompok itu tidaklah benar dan tepat. Itu justru akan menyebabkan manusia semakin jauh dari Allah.

Kasih karunia yang Allah berikan melalui kema-tian dan kebangkitan Yesus itu terjadi 1 kali dan tidak akan terulang lagi atau berulang-ulang (Bdk. Ayat 10). Kalau demikian apakah yang bisa dijelaskan dengan kasih karunia itu?

Kalau pembahasan ini diikuti dengan alur penjelasan sejak pasal 3, maka dapat disimpulkan bahwa kasih karunia Allah itu di dalamnya berisikan 3 hal, yaitu pembenaran-penebusan, pengudusan dan pendamain. Apakah itu?

Pembenaran-penebusan. Ini adalah unsur per-tama dalam kasih karunia Allah. Ketika Allah meng-anugrahkan kasih karunianya, orang yang diper-kenankan Allah menerima kasih karunia ini diberikan hikmat dan kemampuan agar ia mengenal Allah dan apa yang Allah kehendaki. Paulus menggunakan Abraham sebagai contohnya. Allah memberikan kasih karuniaNya kepada Abraham yang berasal dari Ur-Kasdim untuk mengenal diriNya dan kehendakNya.

FRANSINA NDOLU, MPdK

adalah seorang pengajar dan juga konselor yang baik, dipakai Tuhan dalam berbagai pelayanan gereja. Juga sebagai narasumber diprogram MATAHATI.TV dan memiliki chanel sendiri di youtubi khusus program renungan harian


Pengenalan itu menyebabkan Abraham menaruh percaya kepada Tuhan yang ditunjukkan dalam respon taat pada perintah Tuhan dan selalu menggantungkan kehidupannya kepada Tuhan dan itulah tindakan iman (Ibrani 11:8-19). Tindakan iman ini menyebabkan Abraham dikasihi Tuhan dan segala permohonannya dijawab Tuhan dan kemudian ia disebutkan sebagai bapak segala orang percaya. Karena iman ini, maka Abraham dibenarkan Allah, ketika melakukan kesa-lahan dan menginfasinya lalu tidak mengulanginya, maka ia mendapatkan penebusan atas dosa dan kesalahannya, ia tidak lagi disebut dengan nama Abram melainkan Abraham.

Kasih karunia ini tidak hanya berhenti ditahapan pembenaran-penebusan, karena ketika orang yang mendapatkan pembenaran-penebusan dari Allah, yaitu pengakuan Allah atas dirinya (dalam kasus Abraham ditandai dari Abram-menjadi-Abraham), orang yang menerimanya diberikan kekuatan untuk masuk dalam unsur kedua yaitu pengudusan diri. Supaya jangan kembali melakukan sikap seperti kelompok kedua dari kasis HG tadi.

Pengudusan diri ini adalah tahapan dimana Allah mengaruniakan kuasa dan RohNya kepada orang yang sudah mengalami pembenaran-penebusan, agar ia mempunyai kemampuan  untuk mempertahan dirinya menjadi orang yang benar di hadapan Allah. Di tahapan ini, yang dibutuhkan dari orang ini adalah mengatur dirinya agar ia menjaga sikap dan kelakuan, hati dan tubuhnya untuk tidak jatuh lagi dalam dosa.

Pengudusan diri adalah tahapan pengikut kristus mematikan kedagingannya untuk hidup menurut apa yang Allah kehendaki sehingga ia tidak jatuh dalam ajaran penuh hasutan dan provokatif tentang kasih karunia dari dua kelompok tadi, menjadikan kasih karunia untuk terus berbuat dosa.

Di proses inilah orang percaya perlu membangun relasi yang kuat dengan Allah dan memberi diri untuk mengikuti apa yang Allah kehendaki. Pengudusan diri ini adalah cara untuk tetap berjalan dalam kehendak Tuhan saat hidup dan bertemu dengan kehendak lain, yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Dalam kasus Abraham, tahapan ini ditemukan dalam hal Abrahan selalu mempersembahankan korban bakaran kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan dan mengekang kedagingannya untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama setelah ia men-dapatkan pengampunan dari Tuhan.

Ketika orang yang menerima kasih karunia Allah itu melakukan dua tahapan terdahulu dari kasih karunia itu, maka ditahap yang terakhir, mereka yang setia.

Tahapan-tahapan ini dapat disimpulkan sebagai proses yang harus dilalui oleh mereka yang menyebut dirinya pengikut Kristus dan murid Yesus yang sejati, yang setia. Ia memberi dirinya untuk dibenarkan untuk mendapatkan penebusan, lalu menguduskan dirinya untuk memperoleh pendamaian dari Allah.

Semua yang melakukan tahapan ini dalam kesetiaan, maka ia sekalipun terlahir setelah peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus, tetap dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Yesus serta beroleh keselamatan yang disediakan Tuhan. Karena itu kasih karunia itu pemberian Allah yang harus dijalani dalam proses yang membutuhkan si penerimanya untuk berespon dengan baik.

Hari ini kita merayakan paskah. Kebangkitan Tuhan. Paskah adalah tanda kemenangan, yaitu kemenangan Tuhan untuk menaklukkan kuasa yang membuat kita tidak bisa hidup dalam kasih karunia Allah, dibenarkan untuk ditebus, dikuduskan untuk memperoleh pendamaian, yaitu diselamatkan dan beroleh hidup kekal. Paskah ini adalah kasih karunia Allah  yang disediakan kepada setiap orang. Allah yang menyediakan ini memberikan sebagai kasihNya kepada manusia. Dan supaya kita bisa hidup di dalam kasih karunia Allah itu, maka melalui bacaan ini Paulus menasehatkan itu untuk berespon dengan baik melalui sikap hidup kita untuk mengalami kasih karunia Allah itu agar melalui iman yang ada pada kita, kita mengalami proses dibenarkan-ditebus, dikuduskan untuk pendamaian dengan Allah agar diselamatkan dan beroleh hidup kekal. Paskah adalah waktu yang Allah  sediakan bagi kita. Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, maka meng-alami sukacita paskah itu ataukah menjadi orang yang berada di luar paskah.

Pilihan itu ada pada kita dan kalau kita memilih untuk menjadi orang yang mengalami sukacita Paskah, maka kita berkewajiban membangun iman kita melalui percaya kepada Kristus dan melakukan kehendakNya supaya kita dibenarkan-ditebus, dikuduskan dan mengalami pendamaian dengan Allah. Semua kita yang memilih pilihan untuk mengalami sukacita paskah harus menjadikan hidupnya sebagai alat kebenaran dari Allah.

Selamat mempersiapkan pelayanan. Selamat Paskah 2024. Selamat menjadikan hidup sebagai senjata kebenaran Allah. Tuhan memberkati. (Fransina Ndolu, MPdk., Narasumber MATAHATI.TV) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...