Harap Gampang atau HG, istilah trending topik di awal tahun 2000-an di kota Kupang. Awal penggu-naannya ditujukan kepada orang yang tidak berbuat apa-apa tapi mendapatkan manfaat dari kerjaan orang lain. Orang dengan keadaan HG biasanya memi-liki sikap yang bervariasi dalam berespon atas apa yang diterimanya. Pertama ada yang malu dan menjadikan situasi HG yang dialami untuk tidak lagi terjadi di kemudian hari. Orang dengan sikap seperti ini akan berusaha sedemikian rupa agar pengalaman HG itu tidak pernah terulang lagi atas dirinya. Kerja keras, giat dan usaha sungguh-sungguh akan diker-jakannya untuk meng-hindari kejadian yang sama terjadi dalam hidupnya.
Sikap
kedua justru merasa senang dan terus membuat diri dan kondisinya sedemikian
rupa agar hal HG terus ia alami
dan keadaan seperti ini si
orang itu akhirnya menjadi orang malas. Mengalami stagnan untuk ber-tumbuh dan berkembang serta, kreatif dalam
diri dan hidupnya dan sikap
ketiga adalah masa bodoh, tidak ambil pusing dengan yang disebut sebagai HG
itu.
Ini
adalah gambaran dari 3 sikap yang banyak kita temui dalam hidup. Mengapa ini
menjadi penting untuk dipercakapkan dalam merefleksikan Paskah.
Jawabnya
Roma 6:1-14, komunitas kristen mulai terlihat reaksi dalam menanggapi anugrah
keselamat-an
Allah yang dikerjakan Kristus Yesus bagi manusia, khususnya bagi mereka yang
percaya kepadaNya.
Paulus
menguraikan penekanan serius pada iman sebagai syarat pembenaran. Pasal 3 manusia
dibenar-kan
karena iman. Pasal 4
Abraham dibenarkan karena iman. Pasal 5 hasil
pembenaran. Iman itu disebutkan sebagai kasih karunia. Kasih karunia adalah
sesuatu yang datangnya dari Allah,
menjadi inisiatif Allah yang Allah berikan pada siapapun tanpa melihat siapa
dia.
Dalam
pemberian Allah itu ada bagian yang akan
diterima oleh orang yang meresponi kasih karunia itu dan respon itu berwujud
dalam hal berimannya, manakala
dia menerima dengan syukur dan percaya kepada Allah yang memberikan kepadanya.
Tindakan percaya diwujudkan melalui menggan-tungkan seluruh
diri dan kehidupannya kepada Allah, dan menuntun dirinya agar melakukan apa
yang Allahkehendaki, dalam firman dan hukumNya. Arti-nya, orang
beriman itu orang pertama-tama percaya pada Allah dan kedua melakukan firman
dan kehendakNya. Kalau kita disebut orang beriman, maka 2 aspek ini harus terwujud
dalam sikap hidup kita.
Setelah
menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan dibenarkan karena iman itu, Paulus
kemudian pada pasal 5 melanjutkan bahwa orang beriman itu kemudian menerima
daripada apa yang Tuhan Yesus kerjakan dalam karya pe-nyelamatan
melalui peris tiwa
salib dan kebang-kitanNya. Hal
itu adalah pembenaran. Maksudnya adalah
orang beriman itu akan menerima karya pembenaran yang dilaku-kan Tuhan
Yesus, yaitu penebusan dan penga-mpunan
dosa sehingga orang itu mengalami pendamaian dengan Allah yang menyebabkan ia
diselamatkan dan hidup (Roma
5:10).
Pengajaran
ini mendatang sukacita besar bagi pengikut Kristus karena iman yang
dikaruniakan Allah akan membawa mereka kelak berkumpul bersama dengan Tuhan
yang disembahnya. Akan tetapi, peng-ajaran
seperti ini kemudian digunakan oleh lawan-lawan Kristus, kelompok dan komunitas yang selama ini tidak
menghendaki ajaran Kristus itu
berkembang dan didengarkan oleh bangsa-bangsa, yaitu pemimpin dan umat agama
Yahudi dan non-Yahudi.
Untuk agama Yahudi tujuan mereka agar kekris-tenan tidak disebarkan dan diakhiri sesegera mungkin dan yang menjadi pengikut kristen kembali menjadi umat Yahudi dan hidup menurut ajaran Yahudi. Sedangkan non Yahudi adalah supaya pengaruh agama kristen tidak lagi menyebabkan pengaruh agama mereka menjadi lemah dalam kehidupan bermasyarakat.
Komunitas
kristen yang oleh mereka masih bisa dipengaruhi didekati dan diajarkan untuk
menerima kasih karunia Allah itu sebagai kesempatan untuk tetap melanjutkan
kehidupan mereka yang penuh dengan kesenangan yang jauh dari yang Allah
kehendaki.
Provokasi
mereka adalah selama kasih karunia itu ada mereka akan selalu mendapatkan
pengampunan dari Allah dan mengalami hasil pembenaran. Atau mengajarkan mumpung
ada kasih karunia, buat dosa juga tidak apa-apa nanti setelah buat dosa cukup
memohon pengampunan dosa kepada Allah yang punya kasih karunia itu, maka mereka
akan kembali diampuni Allah.
Hasutan
sesat ini mendatangkan keresahan bagi jemaat kristen. Pengaruh hasutan ini
menyebabkan kasih karunia itu dilihat sebagai kesempatan untuk tetap hidup
dalam dosa karena kasih karunia dijadikan jaminan untuk memperoleh pembenaran
dari Allah.
Dan
terhadap hal ini, Paulus berikan responnya, dalam ayat 1 pasal 6, melalui
kalimat “jika demikian apakah yang hendak kita katakan, bolehkah kita bertekun
dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu?” Respon tegas
dari Paulus adalah tidak. Artinya, ajaran yang disebarkan kelompok-kelompok itu
tidaklah benar dan tepat. Itu justru akan menyebabkan manusia semakin jauh dari
Allah.
Kasih
karunia yang Allah berikan melalui kema-tian
dan kebangkitan Yesus itu terjadi 1 kali dan tidak akan terulang lagi atau
berulang-ulang (Bdk. Ayat 10). Kalau demikian apakah yang bisa dijelaskan
dengan kasih karunia itu?
Kalau
pembahasan ini diikuti dengan alur penjelasan sejak pasal 3, maka dapat
disimpulkan bahwa kasih karunia Allah itu di dalamnya berisikan 3 hal, yaitu
pembenaran-penebusan, pengudusan dan pendamain. Apakah itu?
Pembenaran-penebusan.
Ini adalah unsur per-tama
dalam kasih karunia Allah. Ketika Allah meng-anugrahkan kasih karunianya, orang yang diper-kenankan Allah
menerima kasih karunia ini diberikan hikmat dan kemampuan agar ia mengenal Allah
dan apa yang Allah kehendaki. Paulus menggunakan Abraham sebagai contohnya.
Allah memberikan kasih karuniaNya kepada Abraham yang berasal dari Ur-Kasdim
untuk mengenal diriNya dan kehendakNya.
FRANSINA NDOLU, MPdK
adalah seorang pengajar dan juga konselor yang baik, dipakai Tuhan
dalam berbagai pelayanan gereja. Juga sebagai narasumber diprogram
MATAHATI.TV dan memiliki chanel sendiri di youtubi khusus program renungan
harian
Pengenalan
itu menyebabkan Abraham menaruh percaya kepada Tuhan yang ditunjukkan dalam
respon taat pada perintah
Tuhan dan selalu menggantungkan kehidupannya kepada Tuhan dan itulah tindakan iman (Ibrani 11:8-19). Tindakan iman
ini menyebabkan Abraham dikasihi Tuhan dan segala permohonannya dijawab Tuhan
dan kemudian ia disebutkan sebagai bapak segala orang percaya. Karena iman ini,
maka Abraham dibenarkan Allah,
ketika melakukan kesa-lahan
dan menginfasinya lalu tidak mengulanginya, maka ia mendapatkan penebusan atas
dosa dan kesalahannya, ia tidak lagi disebut dengan nama Abram melainkan
Abraham.
Kasih
karunia ini tidak hanya berhenti ditahapan pembenaran-penebusan, karena ketika
orang yang mendapatkan pembenaran-penebusan dari Allah, yaitu pengakuan Allah
atas dirinya (dalam kasus Abraham ditandai dari Abram-menjadi-Abraham), orang
yang menerimanya diberikan kekuatan untuk masuk dalam unsur kedua yaitu pengudusan
diri. Supaya jangan kembali melakukan sikap seperti kelompok kedua dari kasis
HG tadi.
Pengudusan
diri ini adalah tahapan dimana Allah mengaruniakan kuasa dan RohNya kepada
orang yang sudah mengalami pembenaran-penebusan, agar ia mempunyai
kemampuan untuk mempertahan dirinya
menjadi orang yang benar di hadapan Allah. Di tahapan ini,
yang dibutuhkan dari orang ini adalah mengatur dirinya agar ia menjaga sikap
dan kelakuan, hati dan tubuhnya untuk tidak jatuh lagi dalam dosa.
Pengudusan
diri adalah tahapan pengikut kristus mematikan kedagingannya untuk hidup
menurut apa yang Allah kehendaki sehingga ia tidak jatuh dalam ajaran penuh
hasutan dan provokatif tentang kasih karunia dari dua kelompok tadi, menjadikan
kasih karunia untuk terus berbuat dosa.
Di
proses inilah orang
percaya perlu membangun relasi yang kuat dengan Allah dan memberi diri untuk
mengikuti apa yang Allah kehendaki. Pengudusan diri ini adalah cara untuk tetap
berjalan dalam kehendak Tuhan saat hidup dan bertemu dengan kehendak lain, yang
bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Dalam kasus Abraham, tahapan ini ditemukan dalam hal Abrahan selalu mempersembahankan korban bakaran kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan dan mengekang kedagingannya untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama setelah ia men-dapatkan pengampunan dari Tuhan.
Tahapan-tahapan
ini dapat disimpulkan sebagai proses yang harus dilalui oleh mereka yang
menyebut dirinya pengikut Kristus dan murid Yesus yang sejati, yang setia. Ia
memberi dirinya untuk dibenarkan untuk mendapatkan penebusan, lalu menguduskan
dirinya untuk memperoleh pendamaian dari Allah.
Semua
yang melakukan tahapan ini dalam kesetiaan, maka ia sekalipun terlahir setelah
peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus, tetap dipersatukan dalam kematian dan
kebangkitan Yesus serta beroleh keselamatan yang disediakan Tuhan. Karena itu
kasih karunia itu pemberian Allah yang harus dijalani dalam proses yang
membutuhkan si penerimanya untuk berespon dengan baik.
Hari
ini kita merayakan paskah. Kebangkitan Tuhan. Paskah adalah tanda kemenangan,
yaitu kemenangan Tuhan untuk menaklukkan kuasa yang membuat kita tidak bisa
hidup dalam kasih karunia Allah, dibenarkan untuk ditebus, dikuduskan untuk
memperoleh pendamaian, yaitu diselamatkan dan beroleh hidup kekal. Paskah ini
adalah kasih karunia Allah yang
disediakan kepada setiap orang. Allah yang menyediakan ini memberikan sebagai
kasihNya kepada manusia. Dan supaya kita bisa hidup di dalam kasih karunia
Allah itu, maka melalui bacaan ini Paulus menasehatkan itu untuk berespon
dengan baik melalui sikap hidup kita untuk mengalami kasih karunia Allah itu
agar melalui iman yang ada pada kita, kita mengalami proses dibenarkan-ditebus,
dikuduskan untuk pendamaian dengan Allah agar diselamatkan dan beroleh hidup
kekal. Paskah
adalah waktu yang Allah sediakan bagi
kita. Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, maka meng-alami sukacita
paskah itu ataukah menjadi orang yang berada di luar paskah.
Pilihan
itu ada pada kita dan kalau kita memilih untuk menjadi orang yang mengalami
sukacita Paskah, maka kita berkewajiban membangun iman kita melalui percaya
kepada Kristus dan melakukan kehendakNya supaya kita dibenarkan-ditebus,
dikuduskan dan mengalami pendamaian dengan Allah. Semua kita yang
memilih pilihan untuk mengalami sukacita paskah harus menjadikan hidupnya
sebagai alat kebenaran dari Allah.
Selamat mempersiapkan pelayanan. Selamat Paskah 2024. Selamat menjadikan hidup sebagai senjata kebenaran Allah. Tuhan memberkati. (Fransina Ndolu, MPdk., Narasumber MATAHATI.TV)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar