Peristiwa yang tak pernah lepas dari air mata
umat Kristen adalah setiap kali mengenang dan mengingat penderitaan Tuhan Yesus
yang berawal di taman Get-semani. Saat kita merenungkan kisah penderitaan dan
kematianNya, kita diingatkan akan kasih yang tak terbatas, dari Tuhan yang
mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa-dosa kita karena melalui
peristiwa ini, kita diberikan kesempatan mendapatkan keselamatan dan hidup yang
kekal.
Dosa hal serius, dari sisi Allah merupakan perkara yang harus dibereskan, diselesaikan sampai tuntas dalam kehidupan manusia. Dan bayaran yang mahal dan tuntas itu hanya bisa dibayar dan diselesaikan Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita Yesus Kristus.
Darah dan air mata yang tercurah bahkan sejak sebelum Dia naik ke Kayu Salib, menggambarkan betapa berat dan besarnya perkara dosa dan maut yang harus diselesaikan. Dan hanya ada satu alasan untuk Tuhan Yesus rela melakukan semua itu bagi umat ciptaanNya, yaitu: KasihNya. Seperti yang jelas dituliskan dalam Firman-Nya: Yohanes 15:13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Jumat Agung adalah puncak peristiwa yang meng-gambarkan kasih yang sempurna itu. Kasih dari Sang Pencipta kepada makhluk ciptaan Nya . Tidak ada Kasih yang lebih tinggi dan yang lebih sempurna dari itu. Kasih yang membuat Dia memberi diri-Nya sendiri untuk menggantikan tempat saya dan saudara di Kayu Salib, untuk membayar hutang dosa dan menuntaskan segala perkara bahkan maut sekalipun. Tuntas... tidak ada yang terlewati dan tidak ada yang terlupakan...
Dan hal ini hendaknya menjadi kekuatan dan kebanggaan
bagi semua kita umat tebusan Nya, tidak ada lagi yang dapat "menuduh"
kita, tidak ada lagi yang dapat "mengintimidasi" kita...karena kita sudah
bebas oleh darah dan kematian Tuhan yesus di Kayu Salib.
Ada suatu paradoks yang sangat menarik dari peristiwa substitusi di Kayu Salib ini. Yaitu dimana Tuhan Yesus memberikan kebebasan (kemerdekaan) bagi kita.. justru ketika kita dengan rela memberikan diri kita menghamba/terikat pada anugerah keselamatan-Nya dalam Iman kepada Yesus Kristus. Sesuatu yang aneh menurut pikiran dunia ini, tapi itulah yang TUHAN buat dan kerjakan bagi kita umat ciptaan Nya. Memberi diri terikat untuk menjadi merdeka !!
Dan pertanyaan bagi diri kita sendiri adalah : "apakah kita mau memberi diri kita terikat pada Yesus, untuk menjadi seorang yang merdeka seutuhnya ?"
MARINI SIAHAAN, SE., MTh
Marini Siahaan seorang konselor, dipakai Tuhan dalam banyak kegiatan kerohanian, aktif di MATAHATI.TV memimpin rubrik PEREMPUAN BICARA dan juga sebagai host, pembicara tetap untuk topik-topik tentang perempuan di Alkitab.
Kemerdekaan yang Tuhan berikan bagi kita dengan menjadi ganti diri kita di Kayu Salib, adalah kemerdekaan yang abadi, berkuasa dan penuh dengan janji yang mulia. Dan melalui pengorbanan Kristus, kita diajak untuk memperdalam iman kita, memperbaiki kesalahan kita, dan memaafkan orang lain sebagaimana Tuhan telah mengampuni kita. Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan cara kita dapat menjadi lebih baik sebagai orang Kristen dan melayani sesama dengan kasih.
Kematian bukanlah akhir dari Inilah pesan yang harus kita sampaikan kepada dunia: bahwa dalam setiap kesulitan dan penderitaan, ada harapan yang terletak dalam iman kepada-Nya yang telah bangkit.
Akhirnya, Jumat Agung adalah gambaran KASIH Tuhan yang sempurna itu. Melalui kata-kata dan tindakan kita, mari kita menjadi saksi bagi kasih dan kekuatan Allah yang telah memenangkan kematian dan dosa. Semoga kita dapat menjalani hidup yang tercerahkan oleh kehadiran Kristus dalam segala aspek kehidupan kita, dan membawa cahaya dan harapan kepada mereka yang membutuhkannya. Tuhan Yesus Memberkati.
(Penulis: Marini Siahaan, SE., MTh, Host
Matahati.TV)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar