Kamis, 18 April 2024

KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS ADALAH PENGHARAPAN KITA

Jumat Agung kita belajar pada jalan salib yang ditempuh Yesus, mengosongkan diriNya sebagai Anak Allah dan mau mati sebagai korban sembelihan. Yesus menghilangkan kesetaraanNya dengan Allah dan tunduk pada jalan derita. Paskah Yesus menyatakan diriNya yang kuasa melampauhi segala akal, Yesus bangkit dari antara orang mati. Dan melalui bacaan Alkitab I Petrus 1:3-6 kita belajar bahwa memberikan pemahaman kematian dan kebangkitan Yesus menjadi harapan baru.

Pertama, kematian Kristus adalah jalan derita sudah diberitakan sebelumnya. Yesaya 53:3-5 “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesa-kitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan kese-lamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Jalan salib bukan jalan yang mudah, dimulai penghiatan orang terdekat Yesus pada perjamuan malam. Seorang murid bernama Yudas Iskariot, sahabat yang dipercaya, kawan dalam perjalanan, teman dalam kebersamaan, berhianat menjual-Nya dengan 30 uang perak. Akibatnya kematian yang menggenaskan, tragis, tergantung di kayu salib sebagai seorang hukuman, dihitung diantara para pemberontak.


Derita Yesus ditulis Yesaya: Yesus dihina, dihindari orang, orang terdekatnya juga menghindar, Simon Petrus muridNya menyangkal Dia dengan sumpah, mengaku tidak mengenal-Nya. Yesus penuh sengsara dan menderita kesakitan, Pontius Pilatus dan para prajurit Romawi tidak berhenti menyesah-Nya sepanjang malam sampai pagi tiba. Betapa derita dan kesakitan itu ditanggungNya, Yesus tidak bicara apa-apa, tubuhNya tidak berbentuk lagi dan penuh lumuran darah, kulitNya terkelupas dan tidak ada tempat yang tidak terluka, demikian buruk tubuh itu sehingga orang menutup mukanya terhadap Yesus.

Jalan salib bukan jalan yang mudah, bukan juga jalan yang ringan. Tidak ada manusia sepanjang sejarah telah disiksa dan dianiaya seperti Yesus, orang lain yang melihatNya berpaling tidak sanggup melihat derita yang Dia alami. Ia raja, nabi, penuh kuasa, orang yang dulu selamatkan banyak orang, membangkitkan orang yang sudah mati, kini dimahkotai dengan mahkota duri, kepalaNya tertusuk, darah menetes membasahi wajahNya. Tetapi Yesus melewati semua itu dengan diam.

Jalan salib bukan jalan yang mudah, bukan jalan yang ringan. Derita terus mendera mencabik-cabik tubuhNya dan banyak orang mengolok-olok Dia, mencabik-cabik hatiNya. Semua itu membuat Dia tidak mampu memilkul salibNya, Ia pun tersungkur di tanah. Orang memapahNya menuju kematianNya di bukit Kalvari. Ia sendirian tanpa teman, tanpa keluarga, tanpa siapa-siapa dan Bapa yang Kuasa yang mengutusNya memikul salib seperti-Nya meninggalkan Dia. Sampai Ia berteriak-teriak Eli Eli Lama Sakbatani, Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Ia tetap taat dan setia dalam panggilanNya.

Yesaya telah menubuatkan: Yesus yang penuh kesengsaraan itu sesungguhnya mendatangkan keselamatan bagi kita, oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Ada kata ke luar dari mulutNya yang sungguh luar biasa, doa permohonan, terucap dari kayu salib itu: Ampunilah mereka karena tidak tahu apa yang mereka perbuat dan iapun meneruskan doaNya itu dengan mengatakan: kepada-Mu ya Bapa Aku menyerahkan nyawaKu. Itulah kunci sukses Yesus, ketaatan sampai mati, kesetiaannya sampai akhir, buahnya manusia memperoleh keselamatan.

Jalan salib menunggu kita untuk berani masuk dalam sengsara dan derita seperti Yesus alami dan menang. Pergumulanmu, keputusasaan-mu, penderitaanmu, usahamu yang gagal, penyakitmu yang tak sembuh-sembuh, buah kadungan yang tak kunjung datang dan apapun yang kamu alami saat ini, tetaplah setia, tetaplah taat pada imanmu, pastilah kaupun menang seperti Yesus taat dan setia dan Yesus menang.

Kedua, kebangkitan Kristus adalah kemenangan dan harapan akan hidup kekal. I Petrus 1:3-4 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Ketika tiba hari Paskah, beberapa orang datang ke kubur Yesus, termasuk Maria Magdalena melihat kubur kosong, Yesus yang disalibkan itu telah bangkit dari antara orang mati. Mula-mula tidak ada yang percaya pada berita kebangkitan itu, Simon Petrus sekalipun ia tidak percaya toh pergi juga melihat kubur yang kosong. Dan terjadilah perubahan pada diri para murid setelah kejadian itu berubahnya ketakutan jadi keberanian, berubahnya kekhawatiran dan kelemahan jadi kekuatan, berubahnya keputusasaan menjadi pengharapan yang baru, Dia Yesus yang telah bangkit meneguhkan kembali iman yang lemah menjadi kuat, karena Dia yang telah mati menjadi hidup kembali.

Paskah-Nya Yesus dan kuasa kebangkitanNya menembus ruang kehidupan setiap orang. Ketika kita gelisah, Tuhan hadir disitu, ketika kita takut, Tuhan hadir disitu, ketika kita bimbang Yesus hadir disitu. Yesus mengubah rasa takut, mengubah rasa gelisah, bimbang menjadi damai sejahtera.

Kehadiran Yesus memperbaharui hidup kita mengalami perubahan meneguhkan iman, meneduhkan jiwa yang gelisah. Kebangkitan Yesus menjadikan bebas dan tidak terkunkung dalam sebuah ruang komunitas maupun pribadi yang terkunci. Yesus sanggup membuat kita melewati semua derita dan sengsara yang sedang alami saat ini. Dan kita keluar menyaksikan kuasa Yesus yang sudah terjadi pada diri kita. Kesaksian kita bentuk penerimaan kita pada kebangkitan yaitu kemerdekaan yang diberikan Yesus untuk kita. Pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus membuat harapan baru bagi dan bagi orang yang mendengar bahwa kebangkitan adalah harapan baru yang memberi damai.

Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan para murid dan berkuasa pada hidup kita. Kehidupan Yesus dari kematian adalah wujud nyata bahwa Dia bersedia dan sanggup menembus hati dan hidup kita sehingga problem, masalah, pergumulan, keputus-asaan, penyakit, sangsara, derita, dapat dilalui seperti Yesus melewati kematianNya di Golgota dan Yesus bangkit dari kematian itu dan itulah harapan kita seperti Yesus melewati persoalan dan kita menang.

Hidup dalam pengharapan adalah hidup bersemangat, bergembira bersama Yesus. Hidup berpengharapan adalah hidup yang menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama dan berbagi berkat yang telah kita terima dari Tuhan kepada sesama karena hidup yang berpengharapan bersumber dari Yesus yang bangkit untuk kita.

Hidup berpengharapan mengingat Tuhan dari semua berkat yang telah kita terima. Dengan sukur dan rela hati dan tahu yang sudah kita miliki berasal dari Tuhan. Kita tidak perlu kikir, pelit, berhemat dalam mengembalikan pada Tuhan yang menjadi milik Tuhan, persembahan persepuluhan, persembahan khusus yang wajib, persembahan sukarela kita yang kita kembalikan kepada Tuhan.

Janganlah menggemgam dengan erat berkat yang sudah diterima, tetapi lepaskanlah dia, kembalikan kepada Tuhan, imanilah firman Tuhan: tepung dalam tempayanmu dan minyak dalam buli-bulimu, tidak akan berkurang sebab kebangkitanNya sumber berkat, harapan baru.

Tepatlah perkataan Petrus: I Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. I Petrus 1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan. Iman kita atas kematian dan kebangkitan Yesus hendaknya tidak undur, tetap setia dan taat sampai akhir.

Renungkanlah firman Allah: jalan salib kematian Kristus di Golgota di bukit Kalvari memang harus kita lalui, tetapi kebangkitanNya adalah harapan baru bahwa jalan salib itu sekalipun sakit, sekalipun berat, kita dapat melewatinya dan menang. Tuhan Yesus memberkati. Amin. (Pdt. Mawardin Zega, disampaikan pada Ibadah Raya Gereja Bethany Gunungsitoli pada 7 April 2024)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...