Selasa, 19 Juli 2022

Melawan Persekusi & Intoleransi ( MATAHATI.TV )

 

bincang malam kebangsaan

MELAWAN PERSEKUSI DAN INTOLERANSI, APA KATA MEREKA? 

 

Masyarakat Indonesia belakangan ini sangat terganggu dengan sikap sebagian orang yang suka tindakan mempersekusi dan berfaham intoleransi dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Dalam kamus bahasa Indonesia, arti persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga, dan kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Tindak-an persekusi yang dilakukan bisa berupa penyiksaan atau penganiayaan tanpa memandang kemanusiaan lagi. Sedangkan intoleransi adalah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dalam toleransi atau dapat diartikan sikap intoleransi merupakan sikap tidak tenggang rasa atau tidak toleran terhadap orang lain dalam ber-masyarakat dan berbangsa.

 

MATAHATI.TV dalam rubric bincang malam kebangsaan yang disiarkan secara langsung menggelar diskusi kebangsaan produksi ke-120 dengan topik: Melawan persekusi dan intoleransi, apa kata mereka? Diskusi ini menghadirkan nara sumber dua orang muda yang masing-masing memimpin orga-nisasi pemuda yaitu: Johan Nainggolan, S.Hut saat ini Ketua Umum DPP Aaliansi Kebangsaan Gotongroyong Indonesia atau AKGI dan Imanuel E. Lubis, S.Th yang saat ini Ketua Umum DPP Gerakan Penerus Bangsa atau GPB dan bertindak sebagai Host adalah Pdt. Pitonggam Tobing, Ph.D dari tim MATAHATI.TV.

 


Kedua pembicara sepakat untuk melawan sikap persekusi dan intoleransi, menurut John Nainggolan bahwa kata penutupnya bahwa melawan kekerasan dengan kekerasan akan menimbulkan kekerasan yang lebih besar. Lawanlah Kekerasan dengan Kasih, Kelembahlembutan, Kebaikan, kerendahan hati dan Kesabaran. Dengan terus menjaga diri dan keluarga untuk tetap menanamkan nilai-nilai dan budaya Indonesia yang luhur yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945. Be part of the solution, not part of the problem. Sementara itu kata penutup dari narasumber Imanuel E. Lubis menyebutkan bahwa persekusi tidak akan berakhir jika kita tidak bersuara dan bergerak.

 

Kegiatan diskusi kebangsaan ini dipandu oleh Dr. Pitonggam Tobing, MTh seorang pendeta yang memiliki ketertarikan pada masalah-masalah kebangsaan. Pitonggam Tobing adalah bagian dari tim redaksi MATAHATI.TV. Seluruh rangkaian diskusi dapat disaksikan di MATAHATI.TV https://youtu.be/Ub1tBBgGkYc selamat menyaksi-kan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...