Drs. Mawardin Zega, M.Th (Redaksi MATAHATI.TV)
Jadwal Siaran MATAHATI.TV (live)
SERI 4, DUA
LELAKI DI BUKIT GOLGOTA, SEBUAH PEMBELAJARAN
Dua lelaki itu juga disalib bersama
Yesus fdi bukit tengkorak yang disebut Golgota. Dalam kesakitan dan harapan
yang punah tak ada jalan lagi bagi mereka untuk selamat, mereka memang patut
dihukum, keduanya adalah penjahat kambuhan dan pembenrontak. Keduanya pasrah
pada kematian yang lagi menyongsong tinggal menunggu waktu tak lama lagi,
tulang-tulang mereka akan dipatahkan dan tubuh mereka akan dipunahkan dan
mereka juga harus mati di hari ini.
Dalam keputusasaan itu dua lelaki itu
masih berfikir tentang orang yang tergantung diantara mereka, sejak pagi mereka
menyaksikan iring-iringan orang banyak yang dating menonton hukuman mati itu.
Betapa tidak, lelaki itu sungguh beda dari mereka berdua, raut kejahatan tak
ada dimukanya dan sepertinya lelaki yang satu ini tenang sekali menuju
kematian. Bahkan dalam siksaan yang ia alami lelaki yang beda ini masih saja
sempoat memohon pengampunan untuk para musuhnya dan berkata “ampunilah mereka
Bapa karena tidak tahu apa yang mereka lakukan”. Salah satu diantara lelaki itu
menaruh hati, entah karena apa membuat ia mengagumi dan percaya bahwa laki-laki
yang menderita itu orang tak bersalah dan lelaki penjahat yang ada disebelah
kanan Yesus menaruh harapan selamat dari kematian Yesus dan iapun berkata: Yesus
ingatlah akan aku apabila engkau datang sebagai raja. Apa yang terjadi
kemudian? Silahkan simak MATAHATI.TV https://youtu.be/1xXoCcqSK4U selamat menyaksi-kan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV
dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)
SERI 3, CINTA
BETSYEBA, MASIHKAH MURNI?
Cinta tidak selamanya tulus. Cinta tidak
selamanya indah. Cinta bisa juga dijadikan alat, dijadikan ancaman pada
seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan brutal dan bar bar, dapat
diduga hal ini dilakukan Betsyeba ketika ia mengirim berita kepada Daud dengan
dua kata saja "aku mengandung".
Apa yang terjadi kemudian, seorang raja
yang demikian hebat, terkenal dan baik, jatuh dalam kejahatan kemanusiaan yang
luar biasa. Uria orang Het isuami Betsyeba selingkuhannya, seorang pahlawan
yang begitu setia pada Daud diperintahkan untuk dibunuh lewat tangan bangsa
lain oleh Daud hanya untuk menutupi perselingkuhannya dengan Betsyeba. Begitu
dasyatnya akibat perselingkuhan itu, begitu mengerikan cinta yang
ditutup-tutupi itu. Banyak yang bertanya adakah cinta Betsyeba masihkah
dianggap murni?
Sebagai narasumber pada seri diskusi ini dari dua latar pendidikan yang berbeda. Pertama adalah Fransina Ndolu, STh., M.PdK yang adalah seorang dosen serta aktifis pelayanan penginjilan dan patnernya adalah Drs. Idaman Zega, SE., MM., MTh yang adalah professional bisnis yang aktif dalam melayani serta penanggap adalah Pdt. Djanne Tando, STh., MTh yang saat ini sebagai gembala di GPDI Jakarta Pusat. Bertindak sebagai host dan moderator adalah Pdt. Joice Ester Raranta, MTh dari tim redaksi MATAHATI.TV.
Materi yang disampaikan menyoroti
tentang sikap dari kedua tokoh Alkitab baik Daud maupun Batsyeba yang
dua-duanya punya andil dalam perbuatan kejahatan baik dosa perselingkuhan
maupun dosa pembunuhan. Pendapat kedua narasumber dapat disaksikan di
MATAHATI.TV https://youtu.be/DSSe_-92U3o selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV
dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)
SERI 2, KISAH LEA DAN RAKHEL, PERSAINGAN DALAM KELUARGA?
Alkitab itu buku suci yang
mengkisahkan tiap kisah orang secara jujur apa adanya. Terntu saja semua tahu
bahwa Tuhan memiliki setiap rencana bagi tokoh-tokoh yang disebutkan dalam
kitab Alkitab. Demikian juga tentang cinta bahwa sesungguhnya cinta itu tidak
bisa dipaksakan. Hal ini dialami juga oleh tokoh besar Alkitab yaitu Yakub dan
Lea. Sekalipun mereka sudah membentuk keluarga sesuai dengan hokum pada waktu
itu, tetapi cinta keduanya tidaklah utuh. Yakub lebih mencintai Rakhel istinya
yaitu adek Lea, sementara Lea harus meminta jatah pada adeknya untuk bisa
bersama suaminya sendiri. Poligami sekalipun diperkenankan kala itu tetap saja
tak pernah bisa berlaku adil dan tak pernah ada yang bisa berlaku adil pada istrinya.
Lea dan Rakhel adakah persaingan dalam merebut cinta yang tak utuh?
Tentang cinta yang dialami dalam
keluarga besar Yakub, Lea dan Rakhel juga terjadi dalam keluarga Kristen sekarang
ini. Derita Lea juga banyak dialami oleh para istri-istri masa kini yang kecewa
dengan suaminya. Sekalipun poligami dilarang, tetapi ada saja yang melakukannya
dengan diam-diam dan hal itu tentu akan melukai hati pasangannya.
Diskusi seri dua Bincang Malam MATAHATI.TV menghadirkan dua narasumber yang kedua-duanya adalah Candidat doktor Teologi dari salah satu sekolah tinggi teologia di Jakarta. Pembicara pertama adalah Pendeta Iin Nur Indrayani, SE., MM., MTh seorang pendeta dan melayani bersama sumi di salah satu gereja di Jakarta. Sementara pembicara kedua adalah Pendeta Samuel Dalle, MTh yang juga seorang dosen di salah satu STT di Jakarta. Sementara host dan moderator adalah Pendeta Joice Ester Raranta, MTh.
Dalam diskusi Bincang Malam
MATAHATI.TV yang disiarkan secara langsung oleh tim redaksi melalui kanal
MATAHATI.TV selama 60 menit mengundang banyak perhatian dan komentar yang
disampaikan kepada redaksi. Diskusi ini mengungkap sisi lain dari tokoh Alkitab
dan kejadiannya dapat disejajarkan dengan kejadian di masyarakat dewasa ini. Acara
lengkap dari diskusi ini dapat disaksikan melalui MATAHATI.TV https://youtu.be/Nyk4mH5d-So selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV
dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)
bincang malam teologi
Adapun pembicara atau narasumber pada diskusi ini adalah Pdt. Abraham Irwan Santoso MA., M.Th adalah Gembala Eglo Church Moi Jakarta berdomisili di Jakarta dan Pdt. Dr. Jaury R Merukh, M.Pd.K saat ini adalah Ketua STT Paulus Jakarta dan berdomisili di Jakarta serta dipandu oleh host dan moderator Pdt. Joice Ester Raranta, MTh.
Diskusi yang ditayangkan secara langsung (live) melalui kanal MATAHATI.TV berlangsung dalam 60 menit, masing-masing pembicara diberikan kesempatan memaparkan pemikirannya dan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan Tanya jawab dari beberapa orang yang diundang secara khusus sebagai tamu.
Sebagai pengantar dalam publikasi topic disebutkan bahwa pencurahan Roh Kudus merupakan momentum untuk berbenah yaitu bagaimana umat Kristen menjadi pionir dalam menge-depankan peran umat untuk mengambil bagian membangun gereja dan jemaat agar bisa saling menyatu dalam memberikan kesaksian sebagai warga gereja untuk menjaga Negara kesatuan republic Indonesia.
Dalam paparan awalnya Pendeta Abraham Irwan Santoso MA., M.Th yang adalah Gembala Eglo Church Moi Jakarta menyatakan bahwa orang sering dianggap sebagai teologi yang berkaitan dengan dunia roh sehingga dianggap sulit untuk dipahami dan diterima oleh akal manusia karena ukuran manusia adalah yang Nampak dan terlihat oleh mata. Lebih lanjut menyatakan bahwa pentakosta itu adalah penyempurnaan karya Yesus bagi umat manusia dan sudah doirencanakan oleh Allah sendiri.
Sementara itu J Pdt. Dr. Jaury R Merukh, M.Pd.K saat ini adalah Ketua STT Paulus Jakarta dalam paparan awalnya menyebutkan bahwa pentakosta mengingatkan kita tentang pribadi Tuhan pada orang-orang percaya. Di Negara kita ini Indonesia kepada kita dituntut untuk memiliki api Roh Kudus dan jangan sampai mati dengan demikian menjadi berkat bagio orang-orang disekitar kita.
Diskusi ini terbagi dalam tiga sesi yang semuanya berlangsung 60 menit sebagaimana di jadwalkan tim redaksi. Secara lengkap jalannya diskusi dapat disaksikan dalam tayangan MATAHATI.TV sesuai dengan topic melalui MATAHATI.TV https://youtu.be/tjtniY4HOQo. selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin
|
Drs. Mawardin Zega, MTh (Mediator), Pendiri Group MATAHATI
Perjalanan keberadaan MATAHATI.TV sesungguhnya
sudah digagas di tahun 2018 sebelum pandemi covid 19 menggejala. Pemikiran penerbitannya
dimulai dari obrolan santai tentang fungsi media dalam menyuarakan suara umat
untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat Kristen kala itu. Memang
sebelumnya telah berupaya menginisiasi penerbitan media baik cetak maupun audio
visual, tetapi karena keterbatasan sumber daya yang ada pengelolaannya mengalami
kendala dan pada akhirnya tidak berkembang dengan baik.
Selaku aktifis organiasi dan karena
kebutuhan perlu adanya media sosial untuk mempublikasi kegiatan, menyalurkan, memperjuangkan
aspirasi kepentingan umat, dirancang dua model publikasi yang memungkinkan
diwujudkan yaitu dalam bentuk cetak dan audio vidio. Gagasan terus diupayakan dan
diwujudkan di tahun 2020 ada model cetak bernama Buletin MATAHATI dan terbit dari Oktober 2020 sampai dengan Juni 2021 dan audio
visual di akhir tahun 2020 bernama Channel Youtubi MATAHATI.TV yang berkembang dimasa pandemi dan mengudara dalam
siaran uji coba dari bulan April sampai Juli 2021.
Kehadiran MATAHATI.TV sekalipun sudah
dimanfaatkan sebelumnya tidaklah disambut baik di rumahnya sendiri tempat dilahirkan
pertama kali. Entah apa sebabnya tidak ada yang tahu pasti dan dari pada MATAHATI.TV
mati sebelum waktunya, penggagas yang juga pendiri berusaha menyelamatkannya
walau dengan susah payah dan penuh perjuangan. Komitmen yang kuat, ketulusan dalam
bebuat menjadikan MATAHATI.TV dapat bernafas lega dan mengudara dengan baik
sampai saat ini karena dukungan beberapa sahabat yang setia.
Perkembangan MATAHATI.TV makin hari makin
baik, ibarat orang yang berobat ke dokter semakin lama makin sembuh dan pulih
dari penyakitnya. Ia disuntik dengan komitmen dan diobati dengan ketulusan
sehingga perkembangannya demikian cepat memikat hati dan melahirkan gagasan-gagasan
baru yaitu menghadirkan dalam media cetak menduplikasi kehidupan awalnya ketika
ia digagas hadir di dunia media sosial.
Semoga saja kehadiran MATAHATI.TV dan
MATAHATI.NEWS dapat memberi arti dalam gerak umat memperjuangkan aspirasi dan
kepentingannya sekalipun ia ada di rumah yang berbeda.
|
2 |
Tim Redaksi
|
|
Oleh: Fransina Ndolu, S.Th., M.Pd.K*
Cinta tidak selamanya tulus. Cinta tidak selamanya indah. Cinta bisa juga dijadikan alat, dijadikan ancaman pada seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan brutal dan bar bar, dapat diduga hal ini dilakukan Betsyeba ketika ia mengirim berita kepada Daud dengan dua kata saja "aku mengandung". Apa yang terjadi kemudian, seorang raja yang demikian hebat, terkenal dan baik, jatuh dalam kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Uria orang Het isuami Betsyeba selingkuhannya, seorang pahlawan yang begitu setia pada Daud diperintahkan untuk dibunuh lewat tangan bangsa lain oleh Daud hanya untuk menutupi perselingkuhannya dengan Betsyeba. Begitu dasyatnya akibat perselingkuhan itu, begitu mengerikan cinta yang ditutup-tutupi itu. Banyak yang bertanya adakah cinta Betsyeba masihkah dianggap murni?
PENDAHULUAN
Penulis Alkitab memaparkan bahwa tiap
tokoh atau orang dalam Alkitab, memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing, mereka bukanlah orang
suci atau sempurna, namun memiliki
kejelekan atau sisi gelapnya agar kita belajar dari mereka. Dalam konteks diskusi ini, kita
belajar dari kisah Betsyeba dan Daud bagaimana mereka menempatkan cinta? Apakah
sudah pada tempatnya? Namun sebelumnya mari kita mengenali siapakah Betsyeba
dan Daud.
Betsyeba dalam bahasa Ibrani berarti perempuan kelimpahan atau putri yang diikat janji. Betsyeba adalah cucu Ahitofel, salah satu penasehat utama Daud, 2 Samuel 15:12, anaknya bernama Eliam yang menjadi orang kepercayaan Daud, 2 Samuel 23:34. Eliam inilah ayah Betsyeba, ia merupakan salah satu dari 30 pahlawan dari raja Daud,. Betsyeba menikah dengan Uria orang Het, 2 samuel 11:3. Uria mengabdi pada raja Daud sebagai perwira kerajaan. Betsyeba adalah wanita yang elok parasnya, ia sangat cantik.
|
|
DAUD JATUH CINTA PADA PANDANGAM PERTAMA.
Daud tidak dapat menahan dirinya saat melihat wanita cantik yang sedang mandi, yaitu Betsyeba, 2 samuel 11: 2. Daud jatuh dalam dosa perselingkuhan dengan Betsyeba, yang adalah istri Uria orang Het, bawahannya yang sangat setia kepadanya. Berawal dari pandangan pertama timbul keinginan untuk tidur dengan wanita cantik itu, walau ia tahu telah bersuami. Keinginan itu disemai dari mata turun ke hati, dikelola disana. Dosa ingin itu disirami, oh indah ya, cantik ya, menarik hati dan tidak pada tempatnya yang kemudian lahirlah dalam tindakan nyata. Bukankah dosa awal dalam kejadian 3:6 Adam dan Hawa jatuh, tidak saja jatuh karena makan buah pengetahuan yang baik dan jahat itu? Namun karena ingin. Dosa awal atau dosa asal karena keinginan. Mereka ingin makan buah itu karena menarik hati, kemudian mendorong mereka untuk ingin makan. Keinginannya disemai, maka lahirlah tindakan.
PENEMPATAN EKSPRESI CINTA YANG SALAH.
Sayangnya Daud dan Betsyeba menempatkan cinta tidak pada porsinya., dimana nafsu Daud ini telah membutakan mata hati mereka dan akalnya bahwa Betsyeba ini adalah istri Uria, salah satu perwiranya yang sangat loyal dan setia kepadanya. Daud dan Betsyeba tidak peduli kalau Uria sedang berjuang dan bertarung nyawa di medan perang.
Penempatan cinta yang salah ini telah menyeret mereka jatuh dalam dosa perselingkuhan dan perzinahan, 2 Samuel 11:4. Akibatnya Betsyeba mengandung, lalu dikirimlah berita itu kepada Daud "aku mengandung" . Dua kata ‘aku mengandung’ itu telah menjungkirbalikan akal sehat Daud, dosa pertama berusaha ditutupi, maka melahirkan dosa berikutnya lagi, jika tidak bertobat.
Upaya menutupi aib, kepanikan terhadap
kata aku mengandung Daud segera memerintahkan Uria (suami Betsyeba) ditarik
dari medan pertempuran, sang raja memerintahkan orang Het itu, untuk istirahat di rumah, maka Daud bisa
terhindar dari tuduhan bahwa ia telah menghamili betsyeba. Namun Daud gagal menu-tupi jejak
permainannya yang kotor. Uria tidak mau sekalipun diulang beberapa kali, Uria
adalah seorang pahlawan Dn setia kepada raja, 2 Samuel 11 :11. Dosa telah
menutupi mata hati nurani Daud. Dosa awal diikuti dosa selanjutnya. Setelah
gagal dengan trik liciknya, Daud sengaja mengirim Uria ke garis paling depan,
pertempuran yang paling ganas. Sang raja ingin membunuh perwiranya sendiri, secara
sistematis.
Daud sebagai raja memberi surat perintah kepada Yoab panglima perangnya untuk menempatkan Uria di barisan paling depan dan membiarkan orang Het itu tanpa perlindungan, 2 Samuel 11:15. Hasilnya menjadi apa yang diharapankan Daud yaitu Uria gugur di medan perang, 2 Samuel 11:24.
SOLUSINYA PERTOBATAN MENJADI LANGKAH SELANJUTNYA.
Setelah kematian anak pertama mereka,
berdua menyesali dosa-dosa mereka dihadapan Allah. Tuhan menganugerahkan seorang anak lelaki di
masa selanjutnya yaitu Salomo yang artinya damai sejahtera. Salomo merupakan
simbol kasih Tuhan terhadap Daud dan Betsyeba, bahkan Nabi Natan memanggil Salomo
dengan sebutan Yedijah artinya kekasih Tuhan, 2 Samuel 12:25-25. Implikasinya
bagi kita saat ini bahwa dalam Alkitab para penulis Alkitab memaparkan secara jelas
dan transparan dimana para tokoh- tokoh Alkitab atau orang-orang dalam Alkitab
tidak ada yg sempurna atau suci, mereka memiliki sisi gelap dan disitu kita
belajar dan bertobat jika jatuh di area perselingkuhan dan perzinahan agar
mengalami pemulihan dari Tuhan. Bagi
orang percaya kita belajar mawas diri, menjaga hidup dan keluarga kita dari
bahaya perselingkuhan dan perzinahan. Tidak ada yang kebal dengan dosa,
khususnya dosa perselingkuhan dan perzinahan dizaman ini.
*Penulis adalah Dosen STT Paulus
Jakarta.
Editor: Ega Mawardin - Redaksi MATAHATI.TV
Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...