Kamis, 21 Juli 2022

Cinta Batsyeba, masih murnikah? (seri 3 MATAHATI.TV)

 

SERI 3, CINTA BETSYEBA, MASIHKAH MURNI?

Cinta tidak selamanya tulus. Cinta tidak selamanya indah. Cinta bisa juga dijadikan alat, dijadikan ancaman pada seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan brutal dan bar bar, dapat diduga hal ini dilakukan Betsyeba ketika ia mengirim berita kepada Daud dengan dua kata saja "aku mengandung".

Apa yang terjadi kemudian, seorang raja yang demikian hebat, terkenal dan baik, jatuh dalam kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Uria orang Het isuami Betsyeba selingkuhannya, seorang pahlawan yang begitu setia pada Daud diperintahkan untuk dibunuh lewat tangan bangsa lain oleh Daud hanya untuk menutupi perselingkuhannya dengan Betsyeba. Begitu dasyatnya akibat perselingkuhan itu, begitu mengerikan cinta yang ditutup-tutupi itu. Banyak yang bertanya adakah cinta Betsyeba masihkah dianggap murni?

 


Sebagai narasumber pada seri diskusi ini dari dua latar pendidikan yang berbeda. Pertama adalah Fransina Ndolu, STh., M.PdK yang adalah seorang dosen serta aktifis pelayanan penginjilan dan patnernya adalah Drs. Idaman Zega, SE., MM., MTh yang adalah professional bisnis yang aktif dalam melayani serta penanggap adalah Pdt. Djanne Tando, STh., MTh yang saat ini sebagai gembala di GPDI Jakarta Pusat. Bertindak sebagai host dan moderator adalah Pdt. Joice Ester Raranta, MTh dari tim redaksi MATAHATI.TV.

Materi yang disampaikan menyoroti tentang sikap dari kedua tokoh Alkitab baik Daud maupun Batsyeba yang dua-duanya punya andil dalam perbuatan kejahatan baik dosa perselingkuhan maupun dosa pembunuhan. Pendapat kedua narasumber dapat disaksikan di MATAHATI.TV https://youtu.be/DSSe_-92U3o selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...