SERI 3, CINTA
BETSYEBA, MASIHKAH MURNI?
Cinta tidak selamanya tulus. Cinta tidak
selamanya indah. Cinta bisa juga dijadikan alat, dijadikan ancaman pada
seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan brutal dan bar bar, dapat
diduga hal ini dilakukan Betsyeba ketika ia mengirim berita kepada Daud dengan
dua kata saja "aku mengandung".
Apa yang terjadi kemudian, seorang raja
yang demikian hebat, terkenal dan baik, jatuh dalam kejahatan kemanusiaan yang
luar biasa. Uria orang Het isuami Betsyeba selingkuhannya, seorang pahlawan
yang begitu setia pada Daud diperintahkan untuk dibunuh lewat tangan bangsa
lain oleh Daud hanya untuk menutupi perselingkuhannya dengan Betsyeba. Begitu
dasyatnya akibat perselingkuhan itu, begitu mengerikan cinta yang
ditutup-tutupi itu. Banyak yang bertanya adakah cinta Betsyeba masihkah
dianggap murni?
Sebagai narasumber pada seri diskusi ini dari dua latar pendidikan yang berbeda. Pertama adalah Fransina Ndolu, STh., M.PdK yang adalah seorang dosen serta aktifis pelayanan penginjilan dan patnernya adalah Drs. Idaman Zega, SE., MM., MTh yang adalah professional bisnis yang aktif dalam melayani serta penanggap adalah Pdt. Djanne Tando, STh., MTh yang saat ini sebagai gembala di GPDI Jakarta Pusat. Bertindak sebagai host dan moderator adalah Pdt. Joice Ester Raranta, MTh dari tim redaksi MATAHATI.TV.
Materi yang disampaikan menyoroti
tentang sikap dari kedua tokoh Alkitab baik Daud maupun Batsyeba yang
dua-duanya punya andil dalam perbuatan kejahatan baik dosa perselingkuhan
maupun dosa pembunuhan. Pendapat kedua narasumber dapat disaksikan di
MATAHATI.TV https://youtu.be/DSSe_-92U3o selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV
dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis dan Editor : Ega Mawardin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar