PEREMPUAN
BICARA
CURAHAN
HATI PEREMPUAN
MATAHATITV memiliki rubrik baru yaitu Perempuan Bicara yang
dikembangkan sejak bulan Februari 2022 atas permintaan dari beberapa teman di
tim redaksi. Rubrik Perempuan Bicara adalah rubrik khusus untuk membicarakan
hal-hal yang berkaitan dengan perempuan dan permasalahannya. Salah satu topik yang
menarik sejak diluncurkannya adalah mengedukasi tentang Poligami yang tadinya
hanya satu seri dan ternyata menjadi tiga seri.
Pada
bulan Juni ini tim redaksi MATAHATITV mengelar tiga seri diskusi tentang
perempuan. Seri diskusi ini masing-masing diberi judul: Curahan Hati Perempuan
(seri 1) pada tanggal 14 Juni 2022, Masih Ada Jalan? (seri 2) pada tanggal 21
Juni 2022 dan Mertuaku Bukan Ibuku (seri 3) pada tanggal 28 Juni 2022. Rubrik
ini mengudara pada tiap hari Selasa dimulai Pukul 15.00-16.00 Wib. Pembicara
untuk tiga topik di atas terdiri dari Marini Siahaan seorang professional berdomisili
di BSD Tangerang Selatan Indonesia dan Christine Kalvin juga seorang
professiona saat inil berdomisili di Prancis.
SERI 1, CURAHAN HATI PEREMPUAN
Keutuhan cinta dan kasih adalah tonggak penunjang
langgengnya sebuah keluarga. Tetapi apa yang terjadi jika issu perselingkuhan
dan kasih yang hambar menerpa sebuah keluarga yang pada mulanya begitu bahagia
dan hangat? Semua kata dan tindakan cinta yang pernah terungkapkan selama ini
dalam kebersamaan menjadi tidak bermakna lagi. Sebagai perempuan tentu saja
harus bersikap, apa yang sebaiknya dilakukan?
Marini Siahaan memulai paparannya dengan kisah unik keluarga yang dikutip dari Alkitab yaitu: cinta Yakub, Lea dan Rakhel. Menurut professional muda ini perasaan perempuan dalam rumah tangga kadang panas dingin seiring dengan kebersamaan dalam rumah tangga. Menurutnya jika membaca kisah keluarga Yakub bersama kedua istri panas dingin itu terasa benar, karenanya dapat disimpulkan perasaan perumpuan itu pertama selalu ingin mendapat perhatian pasangan, kedua perempuan pada dasarnya tidak ingin berbagi kasih sayang pasangannya dengan siapa pun dan ketiga dalam rumah tangga perempuan ingin menjadi sebagai ratu di dalam rumah tangga nya (“nature” nya). Jika hal ini dijaga dengan baik oleh para suami tentu saja rumah tangganya akan selalu hangat dan bahagia.
Lebih lanjut aktifis perempuan ini menjelaskan bahwa
kasih dalam keluarga bisa saja berubah dingin jika ada pertama kedurhakaan
(kamus bahasa Indonesia menyebut durhaka adalah ingkar kepada perintah Tuhan
dan juga disrtikan tidak setia), kedua kesibukan, ketiga konflik yang tidak
terselesaikan antar pasangan, keempat hati
nya tidak lagi kepada pasangannya. Karena hilangnya kasih dalam keluarga maka
issu-issu akan lebih mudah menerpa keluarga diantaranya adalah issu
perselingkuhan dan kasih yang hambar.
Issu perselingkuhan itu pada awalnya tidak mendasar,
tetapi karena kondisi keluarga yang kehilangan kasih maka issu perselingkuhan
itu bisa jadi mengemuka dalam keluarga. Menurut Marini penyebab perselingkahan
dapat saja terjadi karena: pertama salah pilih pasangan, kedua pelarian /
pelampiasan atas sesuatu yang tidak diperoleh dari rumah tangganya, ketiga adanya kekerasan dalam keluarga dan keempat
karena mau coba-coba (main api).
Lalu bagaimana respon perempuan dalam merespon dan menghadapi
issu perselikuhan dan kasih yang hambar? Perempuan yang aktif di GBI Glow ini
menjelaskan biasanya perempuan tersulut emosinya, hal ini karena perempuan itu
selalu atau lebih banyak mengedepankan emosi (marah, kecewa). Ada juga yang
merespo dengan memberontak dan ada sebagian yang membalas dengan perbuatan yang
sama seperti yang dia rasakan, tutrnya lebih lanjut.
Ketika ditanya jalan ke luar bagaimana mengatasi
kasus-kasus itu andai terjadi pada diri kita, ibu muda yang cantik ini menjawab
dengan tertawa sambil berkata tunggu seri 2 dengan topik: Masihkah ada jalan? Saksikan
di MATAHATI.TV https://youtu.be/3dzbtVJmeio
selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen,
bagikan dan subscribe. (Penulis & Editor: Ega Mawardin - sumber: bahan
paparan narasumber)
