Selasa, 19 Juli 2022

Curahan hati perempuan (seri 1 MATAHATI.TV)

 

PEREMPUAN BICARA

CURAHAN HATI PEREMPUAN

 

MATAHATITV memiliki rubrik baru yaitu Perempuan Bicara yang dikembangkan sejak bulan Februari 2022 atas permintaan dari beberapa teman di tim redaksi. Rubrik Perempuan Bicara adalah rubrik khusus untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan perempuan dan permasalahannya. Salah satu topik yang menarik sejak diluncurkannya adalah mengedukasi tentang Poligami yang tadinya hanya satu seri dan ternyata menjadi tiga seri.


Pada bulan Juni ini tim redaksi MATAHATITV mengelar tiga seri diskusi tentang perempuan. Seri diskusi ini masing-masing diberi judul: Curahan Hati Perempuan (seri 1) pada tanggal 14 Juni 2022, Masih Ada Jalan? (seri 2) pada tanggal 21 Juni 2022 dan Mertuaku Bukan Ibuku (seri 3) pada tanggal 28 Juni 2022. Rubrik ini mengudara pada tiap hari Selasa dimulai Pukul 15.00-16.00 Wib. Pembicara untuk tiga topik di atas terdiri dari Marini Siahaan seorang professional berdomisili di BSD Tangerang Selatan Indonesia dan Christine Kalvin juga seorang professiona saat inil berdomisili di Prancis.

 

SERI 1, CURAHAN HATI PEREMPUAN

Keutuhan cinta dan kasih adalah tonggak penunjang langgengnya sebuah keluarga. Tetapi apa yang terjadi jika issu perselingkuhan dan kasih yang hambar menerpa sebuah keluarga yang pada mulanya begitu bahagia dan hangat? Semua kata dan tindakan cinta yang pernah terungkapkan selama ini dalam kebersamaan menjadi tidak bermakna lagi. Sebagai perempuan tentu saja harus bersikap, apa yang sebaiknya dilakukan?

 

Marini Siahaan memulai paparannya dengan kisah unik keluarga yang dikutip dari Alkitab yaitu: cinta Yakub, Lea dan Rakhel. Menurut professional muda ini perasaan perempuan dalam rumah tangga kadang panas dingin seiring dengan kebersamaan dalam rumah tangga. Menurutnya jika membaca kisah keluarga Yakub bersama kedua istri panas dingin itu terasa benar, karenanya dapat disimpulkan perasaan perumpuan itu pertama selalu ingin mendapat perhatian pasangan, kedua perempuan pada dasarnya tidak ingin berbagi kasih sayang pasangannya dengan siapa pun dan ketiga dalam rumah tangga perempuan ingin menjadi sebagai ratu di dalam rumah tangga nya (“nature” nya). Jika hal ini dijaga dengan baik oleh para suami tentu saja rumah tangganya akan selalu hangat dan bahagia.



Lebih lanjut aktifis perempuan ini menjelaskan bahwa kasih dalam keluarga bisa saja berubah dingin jika ada pertama kedurhakaan (kamus bahasa Indonesia menyebut durhaka adalah ingkar kepada perintah Tuhan dan juga disrtikan tidak setia), kedua kesibukan, ketiga konflik yang tidak terselesaikan antar pasangan, keempat  hati nya tidak lagi kepada pasangannya. Karena hilangnya kasih dalam keluarga maka issu-issu akan lebih mudah menerpa keluarga diantaranya adalah issu perselingkuhan dan kasih yang hambar.

 

Issu perselingkuhan itu pada awalnya tidak mendasar, tetapi karena kondisi keluarga yang kehilangan kasih maka issu perselingkuhan itu bisa jadi mengemuka dalam keluarga. Menurut Marini penyebab perselingkahan dapat saja terjadi karena: pertama salah pilih pasangan, kedua pelarian / pelampiasan atas sesuatu yang tidak diperoleh dari rumah tangganya, ketiga  adanya kekerasan dalam keluarga dan keempat karena mau coba-coba (main api).


Lalu bagaimana respon perempuan dalam merespon dan menghadapi issu perselikuhan dan kasih yang hambar? Perempuan yang aktif di GBI Glow ini menjelaskan biasanya perempuan tersulut emosinya, hal ini karena perempuan itu selalu atau lebih banyak mengedepankan emosi (marah, kecewa). Ada juga yang merespo dengan memberontak dan ada sebagian yang membalas dengan perbuatan yang sama seperti yang dia rasakan, tutrnya lebih lanjut.

 

Ketika ditanya jalan ke luar bagaimana mengatasi kasus-kasus itu andai terjadi pada diri kita, ibu muda yang cantik ini menjawab dengan tertawa sambil berkata tunggu seri 2 dengan topik: Masihkah ada jalan? Saksikan di MATAHATI.TV https://youtu.be/3dzbtVJmeio selamat menyaksikan dan jangan lupa dukung MATAHATI.TV dengan like, komen, bagikan dan subscribe. (Penulis & Editor: Ega Mawardin - sumber: bahan paparan narasumber)

Keputusan (Mawardin Zega)

 

SKETSA

KEPUTUSAN

 

Tiap orang dalam suatu keadaan apapun dihadapkan pada pilihan. Terkadang membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang untuk menentukan pilihannya, dan ada yang hanya sebentar sudah menetapkan pilihannya sendiri. Dalam keadaan tertentu seseorang harus memilih satu dari beberapa pilihan yang ada dan pilihan yang diambil merupakan hasil dari keputusan yang menurutnya terbaik.

Keputusan jadi penting bahkan sangat penting bagi seseorang dalam bertindak. Kemampuan seseorang untuk mengambil satu keputusan tergantung kemampuan orang itu untuk menganalisa sesuatu dalam pikirannya dan hasilnya itulah tindakan yang diambil. Ada orang yang mengandalkan kemampuan menganalisa suatu masalah sebelum mengambil keputusan dalam memilih pilihan dan ada orang yang mengandalkan naluri untuk menetukan pilihan dalam mengambil keputusan. Keduanya tidak salah, keduanya digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Kamus Bahasa Indonesia memberikan beberapa pengertian untuk menjelaskan arti keputusan, diantaranya sebagai ketetapan atau sikap terakhir yang harus dijalankan. Dalam pengertian ini keputusan dapat diartikan adanya ketetapan hati, ada kepastian pada sikap diri terhadap sesuatu yang nyata-nyata sedang dihadapi. Ada yang memberi arti lain yaitu sebagai suatu kesimpulan tentang pendapat, dalam hal ini keputusan hanya ada dalam pikiran saja dan karena ia bentuk kesimpulan, maka berhentilah pada taraf pikiran saja. Masih ada beberapa arti lain dari kata keputusan sekalipun semuanya sama pada akhirnya sampai pada kata akhir yaitu pilihan yang harus diambil.

Apakah keputusan itu diartikan sebagai suatu ketetapan ataupun diartikan sebagai suatu kesimpulan, yang pasti keduanya selalu menentukan langkah berikut untuk memilih jalan yang ditempuh. Kemampuan menganalisa fakta-fakta yang ada dari suatu peristiwa sebelumnya dan naluri yang tajam membaca tanda-tanda yang sedang terjadi, menentukan keputusan yang diambil apakah baik atau buruk. Pengalaman pribadi dari seseorang dan kebersamaan dengan komunitasnya tempat ia bergaul memberikan banyak kontribusi dalam pengambilan keputusan. Itulah sebabnya banyak orang berbeda-beda dalam mengambil keputusan dan dalam bersikap.

Tidak mudah mengambil keputusan, tidak mudah dalam bersikap, sebab salah-salah dapat menuai bencana, menuai kecaman, dan bahkan bisa saja menghasilkan penyesalan yang sangat menyakitkan. Itulah sebabnya untuk mengambil keputusan membutuhkan ketenangan hati, kepercayaan penuh pada sesuatu yang diyakini benar. Dan tentang kenyakinan ini dipengaruhi keimanan seseorang. Keimanan menyangkut kepercayaan dan kepercayaan menyangkut pada pemahaman tentang Tuhan, bahwa Tuhan jugalah yang mengizinkan sesuatu dapat terjadi pada waktunya.

Seorang penyair kuno bernama Soelaiman dari bangsa Israel hidup sekitar tahun 1.500 sebelum Masehi pernah menulis dalam kitab Amsal: “undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”. Soelaiman dalam kitabnya berpendapat: “banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana”.


Soelaiman sebagai raja yang bijak pada masanya memiliki pengalaman hidup yang panjang di istana raja bersama ayahnya Daud. Itulah sebabnya ia nyakin senyakin-nyakinnya bahwa suatu keputusan yang diambil pada dasarnya itu berasal dari Tuhan.

Sebab itu sebelum bertindak menentukan pilihan, renungkanlah pilihan itu sedalam-dalamnya dan dengan tenang lebih dahulu segala sesuatu yang menyangkut putusan itu, apa yang akan diambil sehingga tidak ada penyelesalan di kemudian hari karena salah mengambil keputusan.

Tere Liye seorang novelis kelahiran Sumatera Selatan pernah menulis pengalamannya: “Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali membuat terduduk untuk kemudian memaksa mengambil keputusan. Satu, dua keputusan itu membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan”. Mari kita bangun hati kita agar tetap selamat dalam mengambil keputusan. (Penulis: Ega Mawardin, Redaksi MATAHATI.TV)

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...