Selasa, 19 Juli 2022

Keputusan (Mawardin Zega)

 

SKETSA

KEPUTUSAN

 

Tiap orang dalam suatu keadaan apapun dihadapkan pada pilihan. Terkadang membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang untuk menentukan pilihannya, dan ada yang hanya sebentar sudah menetapkan pilihannya sendiri. Dalam keadaan tertentu seseorang harus memilih satu dari beberapa pilihan yang ada dan pilihan yang diambil merupakan hasil dari keputusan yang menurutnya terbaik.

Keputusan jadi penting bahkan sangat penting bagi seseorang dalam bertindak. Kemampuan seseorang untuk mengambil satu keputusan tergantung kemampuan orang itu untuk menganalisa sesuatu dalam pikirannya dan hasilnya itulah tindakan yang diambil. Ada orang yang mengandalkan kemampuan menganalisa suatu masalah sebelum mengambil keputusan dalam memilih pilihan dan ada orang yang mengandalkan naluri untuk menetukan pilihan dalam mengambil keputusan. Keduanya tidak salah, keduanya digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Kamus Bahasa Indonesia memberikan beberapa pengertian untuk menjelaskan arti keputusan, diantaranya sebagai ketetapan atau sikap terakhir yang harus dijalankan. Dalam pengertian ini keputusan dapat diartikan adanya ketetapan hati, ada kepastian pada sikap diri terhadap sesuatu yang nyata-nyata sedang dihadapi. Ada yang memberi arti lain yaitu sebagai suatu kesimpulan tentang pendapat, dalam hal ini keputusan hanya ada dalam pikiran saja dan karena ia bentuk kesimpulan, maka berhentilah pada taraf pikiran saja. Masih ada beberapa arti lain dari kata keputusan sekalipun semuanya sama pada akhirnya sampai pada kata akhir yaitu pilihan yang harus diambil.

Apakah keputusan itu diartikan sebagai suatu ketetapan ataupun diartikan sebagai suatu kesimpulan, yang pasti keduanya selalu menentukan langkah berikut untuk memilih jalan yang ditempuh. Kemampuan menganalisa fakta-fakta yang ada dari suatu peristiwa sebelumnya dan naluri yang tajam membaca tanda-tanda yang sedang terjadi, menentukan keputusan yang diambil apakah baik atau buruk. Pengalaman pribadi dari seseorang dan kebersamaan dengan komunitasnya tempat ia bergaul memberikan banyak kontribusi dalam pengambilan keputusan. Itulah sebabnya banyak orang berbeda-beda dalam mengambil keputusan dan dalam bersikap.

Tidak mudah mengambil keputusan, tidak mudah dalam bersikap, sebab salah-salah dapat menuai bencana, menuai kecaman, dan bahkan bisa saja menghasilkan penyesalan yang sangat menyakitkan. Itulah sebabnya untuk mengambil keputusan membutuhkan ketenangan hati, kepercayaan penuh pada sesuatu yang diyakini benar. Dan tentang kenyakinan ini dipengaruhi keimanan seseorang. Keimanan menyangkut kepercayaan dan kepercayaan menyangkut pada pemahaman tentang Tuhan, bahwa Tuhan jugalah yang mengizinkan sesuatu dapat terjadi pada waktunya.

Seorang penyair kuno bernama Soelaiman dari bangsa Israel hidup sekitar tahun 1.500 sebelum Masehi pernah menulis dalam kitab Amsal: “undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”. Soelaiman dalam kitabnya berpendapat: “banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana”.


Soelaiman sebagai raja yang bijak pada masanya memiliki pengalaman hidup yang panjang di istana raja bersama ayahnya Daud. Itulah sebabnya ia nyakin senyakin-nyakinnya bahwa suatu keputusan yang diambil pada dasarnya itu berasal dari Tuhan.

Sebab itu sebelum bertindak menentukan pilihan, renungkanlah pilihan itu sedalam-dalamnya dan dengan tenang lebih dahulu segala sesuatu yang menyangkut putusan itu, apa yang akan diambil sehingga tidak ada penyelesalan di kemudian hari karena salah mengambil keputusan.

Tere Liye seorang novelis kelahiran Sumatera Selatan pernah menulis pengalamannya: “Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali membuat terduduk untuk kemudian memaksa mengambil keputusan. Satu, dua keputusan itu membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan”. Mari kita bangun hati kita agar tetap selamat dalam mengambil keputusan. (Penulis: Ega Mawardin, Redaksi MATAHATI.TV)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...