Selasa, 19 Maret 2024

TAK SEORANG PUN DIABAIKAN (Mawardin Zega)

Kitab Ulangan salah satu kitab Musa yang ditulis sebagai buku terakhir dari lima kitab. Seluruh kitab Musa mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Ulangan mengisahkan bagaimana awal alam semesta dan hidup manusia sampai pada terbentuknya bangsa Israel. Kitab Ulangan berisikan amanat perpisahan Musa dimana di dalamnya mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Isreal untuk angkatan Isreal yang baru.

Menarik untuk direnungkan firman Tuhan dari kitab Ulangan 6:6-7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Teks ini ada perintah Tuhan kepada bangsa Israel untuk mempercakapkan, membicarakan secara berkesinambungan tentang Tuhan dan kekuasaanNya yang dasyat dan luar biasa yang dialami manusia dan khususnya bangsa Israel dan yang harus mereka ingat selamanya bagaimana Tuhan sudah menolong mereka.


"melayani ibadah raya"

Dalam kaitan mengingat pertolongan Tuhan bangsa Isreal dapat belajar dari beberapa peristiwa diantaranya 10 tulah yang terjadi di Mesir, tetapi tanah Goshen tempat kediaman bangsa Israel yang berbatasan dengan Mesir tidak terlulahi. Peristiwa terbelahnya laut Taberaum yang membawa keselamatan bagi Israel, tetapi membawa kemusnahan dan kematian bagi serdadu Mesir yang mengejar mereka. Ada peristiwa dahsyat selama dalam perjalanan di gurun pasir yaitu keberadaan tiang awan di siang hari melindungi mereka dari terik panas dan tiang api di malam hari yang melindungi mereka dari udara yang dingin. Peristiwa di Masa dan Meriba ada air yang mengalir dari dalam batu ketika mereka kehausan dan meminta air dari Tuhan. Peristiwa datangnya burung puyuh dan manna setiap pagi ketika meminta roti dan daging untuk dimakan. Kemenangan dalam peperangan melawan bangsa-bangsa sekitarnya diantaranya bangsa Amori, Amalek, Moab dan Midian dan sederet peristiwa lainnya yang terjadi sepanjang perjalanan dari Mesir. Marilah kita merenungkan makna dari bacaan kita.

Pertama, apa yang diperintahkan Tuhan Allah untuk bangsa Israel sebagaimana dalam bacaan kita? Jawabannya adalah mengajarkan dan membicarakan suatu keberhasilan dan sebab-sebab keberhasilan itu dapat dicapai. Keberhasilan bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir sampai pada suatu tempat di tepi sungai Yordan dan mereka segera menyeberang untuk menduduki tanah Kanaan. Keberhasilan itu hanya satu sebabnya karena Tuhan menuntun mereka.

Kitab Ulangan 32:7 “Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perha-tikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu”. Dalam teks ini ada hal yang harus dingat, peristiwa masa lalu jangan sampai dilupakan. Kita harus mengingat sesuatu tentang banyak hal yang pernah terjadi termasuk sebab-sebab dari peristiwa keberhasilan itu terjadi.

Sebab dalam suatu peristiwa banyak orang telah mengambil bagian dan tak seorangpun dapat diabaikan. Keberhasilan dapat dicapai bukan hanya karena satu faktor, tapi beberapa faktor lainnya yang mendukung keberhasilan itu. Seberapa kecilpun dukungan merupakan berkat Tuhan yang diizinkan terjadi dan diberikan untuk membuka jalan mencapai sukses, yang paling penting di dalamnya adalah peristiwa itu ada Tuhan dan diizinkan terjadi sebagai sebuah catatan sejarah bagi tiap-tiap orang.

Karena itu jangan pernah lupa sejarah, jangan lupa pada peristiwa masa lalu dan yang terpenting jangan juga larut dalam peristiwa masa lalu itu sehingga dirimu tenggelam di dalamnya. Ingatlah selalu dari pengalaman masa lalu, kita belajar sesuatu yang tidak perlu lagi kita ulangi peristiwa itu terjadi kembali sebagai pembelajaran.

Kedua, sesuatu yang baik dan benar hendaklah berkelanjutan. Belajar dari pengalaman, banyak orang sukses tidak lagi membutuhkan penunjangnya yang bersama mereka ketika mereka memulai sesuatu itu. Banyak yang lupa pada orang-orang yang menopang tangannya pada saat-saat sulit yang sebelumnya. Hal ini terjadi karena sukses yang sudah dicapai itu dianggap sebagai hasil karya sendiri, perjuangan sendiri yang patut dibanggakan. Tetapi firman Tuhan mengatakan sukses itu agar tetap langgeng membutuhkan penasehat-penasehat yang member pertimbangan-pertimbangan. Amsal 20:18 “Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat” dan Amsal 24:6 “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak”.

Dalam teks ini menjelaskan kepada kita petimbangan dan siasat adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Pertimbangan perlu agar di dapatkan masukan yang memadai dari banyak orang dan siasat perlu sebagai bentuk strategi dalam menjalankan hasil pertimbangan yang matang dan inilah yang sering disebut keputusan yang bijaksana. Dalam suatu peperangan dibutuhkan banyak orang, bukan hanya semata-mata sebagai orang-orang  yang turut bertempur, tetapi juga mereka-mereka yang mengatur pertempuran itu agar berhasil dengan baik.

Kerena itu janganlah juga kita mengabaikan mereka-mereka yang sudah memberikan nasehat-nasehat, memberikan masukan-masukan, kita perlu mengingat mereka, memberikan apresiasi terhadap yang telah mereka lakukan, memberikan penghargaan dan juga hormat sehingga mereka turut terus mendoakan perjuangan yang masih harus dilakukan dan diperjuangkan.

Ketiga, bersyukur selalu dalam segala hal yang sudah dicapai. Arti kata syukur secara umum adalahberterima kasih kepada yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Syukur itu pengakuan terhadap nikmat yang diberikan Tuhan Allah yang disertai dengan ketundukan kepada-Nya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah.

Mengucap syukur dilakukan agar sukses yang dicapai itu langgeng dan penuh berkat, baik menjadi berkat bagi diri sendiri dan juga akan menjadi berkat bagi banyak orang. Kitab I Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Hanya karena kita bisa mengucap sukur kita dapat merasakan bahagia dengan apa yang sudah kita peroleh. Tidak ada hukum lain yang datangkan damai sejahtera selain mengucap syukur. Tuhan Yesus memberkati. (Pdt. Mawardin Zega., disampaikan pada Ibadah Khusus, 16 Maret 2024).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB PENGIKUT TUHAN YESUS (BAHAN FA GEREJA BETHANY GUSIT)

Pada waktu kita belum mengikut Tuhan Yesus lebih sungguh, hidup kita tidak banyak diperhatikan (dinilai) orang. Tetapi ketika kita mulai iku...